
Rapat persiapan annual meeting IMF-WB 2018.
JawaPos.com - Perhelatan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) akan digelar pada Oktober 2018 mendatang. Acara ini akan diikuti oleh 187 negara di seluruh dunia.
Selama pelaksanaan IMF-WB, diperkirakan akan ada 2.000-3.000 pertemuan yang diselenggarakan secara bersamaan. Selain itu, rencananya, pejabat IMF-WB pertengahan September akan berkantor di Bali. Oleh sebab itu, pemerintah telah mempersiapkan 650 ruangan untuk persiapan ruang kantor dan ruang pertemuan.
Terkait anggaran yang disiapkan pemerintah untuk penyelenggaraan acara ini, Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Susiwijono mengungkapkan, anggaran untuk pelaksanaan pertemuan IMF-WB telah ditetapkan dengan skema tahun jamak (multi years), yakni tahun anggaran 2017-2018.
"Secara umum, pagu anggaran di Maret 2017 adalah Rp 45,4 Miliar. Tahun 2018 kita alokasikan Rp 810,1 miliar sehingga pagu yang kita tetapkan untuk tahun 2017-2018 adalah Rp 855,5 miliar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/5).
Lebih lanjut, kendati pemerintah telah mengalokasikan Rp 45,5 miliar pada2017, kenyataannya, nilai kontrak dan realisasinya itu sebesar Rp 10,4 Miliar. Lalu, pada tahun 2018, pagu anggaran adalah Rp 810,1 miliar, tetapi nilai kontraknya Rp 556 miliar.
"Angka ini bisa jadi berubah karena diskusi antara tim panitia nasional pelaksanaan pertemuan IMF-WB dan tim sekretariat IMF-WB masih berlangsung," katanya.
Perubahan anggaran terjadi karena beberapa hal, misalnya tentang transportasi atau ruang pertemuan untuk delegasi pertemuan. “ Pembiayaan sangat dinamis. Namun kami tetap berpegangan pada Pagu Anggaran yang telah ditetapkan, dan kami akan mempergunakannya dengan efisien,” terangnya.
Dia menambahkan, anggaran tersebut berasal dari pembiayaan Kementerian Keuangan yang memang dialokasikan khusus untuk membiayai pelaksanaan kegiatan.
"Kami berbagi dengan BI, kalau mereka akan membiayai hotel, venue dan office," jelasnya.
Terkait biaya yang berhubungan dengan kebutuhan peserta, Susi menyatakan sebagian besar akan kembali ke pemerintah. “Misalnya hotel, peserta bayar sendiri, kita hanya bayar untuk blocking hotel. Lalu kantor, kami menyediakan 650 kantor di Nusa Dua. Itu kita sewakan ke mereka, mereka bayar ke kita dan uangnya masuk ke PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)," sambungnya.
Senada, Menko Luhut optimis dana yang dikeluarkan oleh pemerintah bukan untuk membiayai keperluan peserta pertemuan. "Jadi kalau ada yang bilang kita hambur-hambur uang, saya penanggung jawab. Nah, suruh ngomong ke saya, supaya clear, saya bertanggung jawab, not any single penny (tidak ada satu rupiah pun) yang lari ke peserta," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
