
Menteri Kelautan dan Perikanan atau Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Kelautan dan Perikanan atau Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono buka suara terkait dengan tiga perusahaan yang memperoleh izin dalam operasional Keramba Jaring Apung (KJA) di Pangandaran, Jawa Barat (Jabar).
Ia mengaku belum tahu terkait ramainya penolakan terhadap izin KJA yang diberikan kepada tiga perusahaan itu. Terkait persoalan di Pangandaran, ia menyampaikan akan mengecek terlebih dulu.
"Kapan itu ya? Saya belum tahu. Nanti saya cek dulu ya," kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono saat ditemui di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Jumat (8/8).
Meski begitu, ia memastikan bahwa izin pembangunan budidaya keramba jaring apung akan diberikan. Dengan syarat, pengelola tersebut sudah mengurus izin kesesuaian dengan laut.
"Tapi yang pasti pembangunan budidaya keramba jaring apung dan lain sebagainya. Kalau dia mengurus izin kesesuaian dengan laut, pasti diberikan," pungkasnya.
Sebelumnya, tiga perusahaan mendapat izin dalam operasional Keramba Jaring Apung (KJA) di Pangandaran, Jawa Barat (Jabar). Izin yang diperoleh perusahaan itu mendapat protes dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Saking emosionalnya, Susi Pudjiastuti geram.
"Secara peraturan saja sudah tidak benar. Bahwa izin itu keluar, itu gila. Harusnya sudah tidak ada KJA di Pangandaran. 200 meter dari pinggir pantai, itu gila," ujar Susi Pudjiastuti dalam video pendek yang beredar di media sosial, dikutip Kamis (7/8).
Susi mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk mencabut tiga izin KJA sudah tersebut. Pasalnya ketiga izin soal KJA itu dianggap sudah menyalahi aturan yang ada. "(Sudah ada tiga izin KJA) Ya, harus dicabut," imbuhnya.
Saking geramnya, ia menumpah keluh kesahnya di akun media sosial. Dalam cuitannya itu, Susi turut memberitahu Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga menyebut akun X Kementerian Sekretariat Negara.
Dalam tulisan pendeknya, Susi mengaku prihatin dan terluka soal kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah Pangandaran. Sebab, pantai timur Pangandaran telah diperbolehkan ada Keramba Jaring Apung kepada tiga perusahaan. Padahal seharusnya tiga perusahaan itu tidak pernah bisa memperoleh izin tersebut.
"Pak Presiden @prabowo @KemensetnegRI @setkabgoid @DediMulyadi71 Mohon perhatiannya. hari ini saya sebagai rakyat Bapak, sangat sangat prihatin dan luarbiasa terluka. Menghadiri rapat atas pengkavlingan ijin KJA di pantai timur Pangandaran. Dimana ternyata pantai timur Pangandaran sudah diberikan ijin kepada 3 Perusahaan untk membuat KJA. Seharusnya 3 Perusahaan ini tidak bisa dapat ijin," cuit Susi dalam akun X pribadi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
