
Pemegang saham mengangkat Riduan sebagai Direktu Utama Bank Mandiri dalam RUPSLB pada Senin (4/8). (Istimewa)
JawaPos.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 13,2 triliun hingga kuartal I 2025. Tumbuh 3,9 persen secara year-on-year (YoY). Sejalan dengan efektivitas strategi transformasi digital dan efisiensi operasional.
"Pada sisi rasio profitabilitas, Return on Equity (ROE) Bank Mandiri juga mampu terjaga solid di level 20,8 persen secara bank only," kata Corporate Secretary Bank Mandiri M. Ashidiq Iswara, Senin (4/8).
Bank Mandiri secara konsolidasi masih mempertahankan pertumbuhan kredit double digit. Yakni sebesar 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp 1.672 triliun per Maret 2025. Capaian itu didorong oleh pertumbuhan positif baik di segmen wholesale maupun retail.
"Selain menjadi pendorong utama kinerja kredit, segmen wholesale juga menjadi bahan baku pertumbuhan segmen retail melalui ekosistemnya," ungkap pria yang akrab disapa Ossy itu.
Dalam penyaluran kredit, lanjut dia, fokus pada penyaluran kredit ke sektor-sektor prospektif dan resilien. Seperti infrastruktur, energi, ekosistem hilirisasi, makanan dan minuman.
Rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) secara bank only terjaga di level 1,01 persen. Risiko kredit yang rendah membuat perbaikan dari sisi biaya kredit atau cost of credit (CoC) yang membaik ke level 0,71 persen.
"Dengan kepengurusan yang lebih kuat dan solid, kami optimistis dapat terus mengakselerasi kinerja dan memberikan kontribusi positif terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional," tandas Ossy.
Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri telah digelar, Senin (4/8). Dalam agenda perubahan susunan manajemen perseroan, Riduan resmi menggantikan Darmawan Junaidi sebagai Direktur Utama Bank Mandiri. Selain itu, memberhentikan Toni E. B. Subari dari posisi Direktur Operations yang digantikan oleh Timothy Utama.
Ossy menjelaskan, penyesuaian susunan pengurus merupakan komitmen perusahaan untuk tetap adaptif terhadap dinamika industri dan tantangan ke depan. Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi nasional.
"Perubahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank Mandiri untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis guna mendukung transformasi bisnis dan berkontribusi pada penguatan ekonomi berbasis kerakyatan," ujarnya.
Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan susunan jajaran pengurus perseroan. Henry Pandjaitan diangkat selaku Wakil Direktur Utama yang sebelumnya diisi oleh Riduan. Kemudian, Timothy Utama kini menjabat sebagai Direktur Operation, dan Sunarto menempati jabatan Direktur Information Technology.
Perubahan manajemen ini efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian uji kemampuan dan kepatutan. Serta memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan mampu membawa Bank Mandiri semakin berperan dalam mempercepat pertumbuhan nasional untuk Indonesia yang lebih maju," ucap Ossy.
Langkah perombakan manajemen diharapkan dapat memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai institusi keuangan nasional dan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. Tentunya melalui tata kelola yang lebih solid dan profesional.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
