
Investor menunjukan logam mulai emas Antam. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Isy Karim mengatakan, harga emas yang melemah sebesar 1,1 persen memberi dampak signifikan terhadap nilai HPE konsentrat tembaga. “Penurunan harga logam ikutan emas terjadi di tengah penguatan dolar AS dan meredanya ketegangan geopolitik, yang menekan permintaan global terhadap emas,” ujar Isy pada Selasa (15/7).
Adapun harga HPE konsentrat tembaga tercatat turun tipis sebesar 0,01 persen menjadi USD 4.683,84 per ton, dari sebelumnya USD 4.684,41 per ton pada periode pertama Juli 2025.
Menurut Isy, pergerakan harga logam mencerminkan dinamika pasar global yang kompleks termasuk faktor-faktor seperti fluktuasi permintaan, gangguan produksi di negara produsen utama, serta kondisi geopolitik internasional. Kendati harga tembaga murni naik 1,3 persen dan perak naik 0,1 persen, penurunan harga emas tetap menekan nilai total konsentrat.
Penetapan HPE mengacu pada harga pasar internasional, seperti London Metal Exchange (LME) untuk tembaga, dan London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak. Proses ini juga dilakukan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta koordinasi lintas kementerian lainnya seperti Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
“HPE ditetapkan secara berkala dan transparan sebagai acuan dalam perhitungan bea keluar (BK), sehingga memberi kepastian hukum dan usaha bagi pelaku di sektor pertambangan,” tambah Isy.
Harga emas dibuka turun sekitar 0,19 persen pada sesi Senin lalu (14/7), seiring eskalasi ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan sejumlah mitra dagang utamanya. Meskipun perundingan terus berlangsung antara Gedung Putih dengan Uni Eropa dan Meksiko, pasar menilai ancaman tarif baru yang lebih luas termasuk niat mengenakan bea masuk pada tembaga telah mengikis sebagian permintaan logam mulia.
Emas kemudian menyentuh level USD3.350 pada perdagangan kemarin (15/7), sebelum menemukan pijakan safe-haven di tengah ancaman Trump terhadap Rusia. “Tren bullish XAU/USD masih valid. Kombinasi pola candlestick yang membentuk higher low dan higher high, serta Moving Average jangka pendek yang terus memotong ke atas MA jangka menengah, menandakan kelanjutan tekanan beli," ujar Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha. (agf)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
