Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 04.58 WIB

Industri Makanan dan Minuman Dapatkan Investasi Besar

Pekerja saat mengecek ketersediaan stok barang makanan dan minuman di salah satu gudang E-Commerce, Marunda, Jakarta[, Kamis (13/11/2020). Meski sejumlah sektor industri yang lesu selama pandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian optimistis industri maka - Image

Pekerja saat mengecek ketersediaan stok barang makanan dan minuman di salah satu gudang E-Commerce, Marunda, Jakarta[, Kamis (13/11/2020). Meski sejumlah sektor industri yang lesu selama pandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian optimistis industri maka

JawaPos.com-Industri makanan dan minuman (mamin) nasional masih menyimpan potensi besar untuk menarik investasi dan memperluas ekspansi pasar ekspor. Namun, di balik geliat pertumbuhan tersebut, sektor ini belum sepenuhnya terbebas dari tekanan, mulai dari lemahnya daya beli masyarakat hingga ketergantungan pada bahan baku impor untuk sejumlah segmen produk.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan, industri mamin merupakan salah satu tulang punggung sektor manufaktur Indonesia.

“Selama kuartal I-2025, sektor ini mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp22,64 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp9,03 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp13,60 triliun,” ujar Faisol Riza.

Salah satu proyek investasi yang menonjol adalah pembangunan pabrik PT PepsiCo Indonesia, yang diresmikan pada 18 Juni 2025. Perusahaan global ini menggelontorkan dana sekitar USD 200 juta atau Rp 3,3 triliun untuk mendirikan fasilitas produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun, mencakup tiga lini makanan ringan.

Faisol juga menyoroti peluang kemitraan strategis dengan pelaku usaha internasional untuk memperluas penetrasi produk Indonesia ke pasar global, khususnya untuk produk bersertifikasi halal. Contoh konkretnya adalah kolaborasi antara PT Niramas Utama dengan dua perusahaan Jepang, Tarami Corporation dan Kawasho Foods Corporation, untuk memproduksi jeli halal yang menyasar pasar ekspor.

Di samping itu, tren konsumen terhadap produk berkualitas premium dan berkelanjutan membuka ruang pertumbuhan baru bagi subsektor makanan dan minuman specialty. Seperti olahan kakao, teh, buah, kopi, dan susu.

Namun, Faisol menekankan bahwa persoalan utama industri ini terletak di sektor hulu. Terutama keterbatasan bahan baku domestik yang belum mampu mengimbangi kebutuhan industri berskala besar.

“Bahan baku kita masih terbatas, padahal permintaan dan volume ekspor produk mamin olahan terus meningkat. Imbasnya, kita masih harus bergantung pada impor. Kami berharap hilirisasi industri agro dapat dipercepat,” tambah Faisol.

Kementerian Perindustrian mencatat, kebutuhan kakao industri mamin saat ini mencapai 300.000 ton per tahun. Sedangkan pasokan dalam negeri baru mampu menyediakan sekitar 200.000 ton.

Sementara itu, kebutuhan susu industri melebihi 4 juta ton per tahun, namun pasokan lokal hanya mampu menutupi sekitar 20 persen dari total permintaan. Padahal, nilai ekspor produk olahan susu justru meningkat dari USD144,2 juta pada 2021 menjadi USD233,5 juta pada 2024.

Kondisi ini diperburuk tekanan daya beli masyarakat yang masih lemah serta persaingan pasar yang semakin ketat. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengungkapkan bahwa tahun ini industri mamin menghadapi tantangan yang tidak ringan, baik dari sisi global maupun domestik.

Gapmmi memperkirakan pertumbuhan industri makanan dan minuman pada 2025 cenderung stagnan atau hanya tumbuh sekitar 5 persen.

“Angka 5 persen adalah proyeksi yang cukup realistis, mengingat berbagai tekanan mulai dari ketidakpastian kebijakan tarif dagang Amerika Serikat di bawah Donald Trump hingga lemahnya konsumsi domestik,” ujar Adhi.

Menurut dia, agar bisa tetap kompetitif di tengah kondisi yang tidak menentu, pelaku industri harus fokus pada efisiensi produksi dan mendorong inovasi produk.

“Strategi adaptif adalah kunci agar sektor mamin tetap bertahan dan berkembang,” ucap Adhi S. Lukman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore