Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Mei 2018 | 17.31 WIB

Begini Strategi Pedagang Pakaian di Tanah Abang Hadapi Lebaran

Tommy, pedagang baju tanah abang - Image

Tommy, pedagang baju tanah abang

JawaPos.com - Bagi pengusaha, Bank bisa diibaratkan sebagai lumbung. Mereka akan menyimpan hasil bisnis disaat panen raya tiba.  Dan akan melakukan investasi untuk menyongsong musim panen.Menjelang lebaran mereka butuh suntikan dana.


Umumnya, pengusaha di kawasan Tanah Abang ini akan melakukan pinjaman modal menjelang hari Raya Lebaran sebagai dana berdagang.  Sedangkan saat bisnis sepi, mereka lebih memilih fasilitas simpanan. Karakter tersebut akat berulang-ulang setiap tahun.


Adalah Tommy Laurensia Wijaya, pemilik Toko Wahana Agung yang mengkhususkan diri berjualan baju muslim.  Pria ini memulai usahanya dari nol.  “Dulu saya jualan jeans,” kata Tommy.  Ia mengaku tidak terlalu terkendala dengan modal.  Saat itu masih muda sehingga semangatnya masih berkobar. 


Tommy memulai berbisnis secara mandiri pada tahun 1991. Saat ini ia memiliki pelanggan dari Banjarmasin, Makassar , Surabaya, Medan, Ujung Pandang.  Jenis produknya memfokuskan pada baju muslim.  Menurutnya, jenis produk ini yang paling laris. Permintaan memuncak sekitar 2 bulan sebelum lebaran. Permintaan juga mulaibertambah mulai akhir tahun.


Tommy mengaku terkendala dalam hal pengiriman. Barang sering tertahan di pelabuhan.  “Infrastruktur kita kurang mendukung. Masak kirim barang ke Palembang sampai tertahan 2 minggu kan tidak wajar,” katanya. Jumlah armada mungkin kurang banyak. Mestinya kan pengiriman 2 hari sudah selesai. Akibatnya banyak konsumen mengeluh.  “Waktu itu sangat berharaga dalam bisnis. Terutama bisnis yang berkaitan dengan tren atau mode seperti bisnis baju ini,”katanya.  Hambatan pengiriman biasanya terjadi pada hari-hari menjelang lebaran.  Untuk mengantisipasi, Tommy selalu berkonfirmasi dengan pelanggan agar tidak melakukan pemesanan terlalu mepet dengan hari Lebaran.


Saat ini model pakaian muslim yang sedang banyak diminati yaitu model rok payung. Penawaran yang dilakukan via smart phone,  sehingga bisa melihat foto. Saat ini Tommy dibantu karyawan sebanyak 7 orang. Tommy menganggap sistem manajemen manual lebih ceopat dan mudah pengaplikasiannya dibanding dengan yang sudah menerapkan komputer.  “Kita kan butuh cepat.  Kalau pakai komputer dikawatirkan kadang-kadang lupa input,” katanya.


Jaga kepercayaan itu paling penting. Saat ini usaha garmen memang sedang sedikit seret.  Dibutuhkan strategi agar usaha yang dikelola dapat tetap eksis.  “Tidak terlalu nafsu.  Main aman saja. Kita harus tahu kapan harus menyerang, dan kapan harus kalem,” tuturnya.  Rotasi model harus selalu dilakukan.  Tommy setiap minggu melakukan rotasi model.  Baju model lama dijual obral atau diskon. 


Pedagang pakaian di kawasan Tanah Abang yang lain yaitu Harry Simarto, Pemilik Toko Indah yang telah menjadi nasabah Danamon sekitar 1 tahun lalu.  Harry merupakan salah satu korban kebakaran yang pernah melanda Tanah Abang beberapa tahun lalu.  “Toko saya ambruk, habis tak bersisa,” tuturnya.  Usai musibah tersebut  tak mudah baginya untuk memulai usaha lagi.  Butuh tekad dan niat yang besar.   “Untung saya masih punya banyak relasi dan kepercayaan.  Jadi meskipun barang saya habis, bermodal kepercayaan dari pemasok dagangan bisa relatif lebih mudah saya peroleh,” kata pria ulet itu.


Sebagai salah satu penjual aksesoris garment terlengkap dan besar di Kawasan Tanah Abang, Harry menyediakan sekitar 150 jenis barang.  Produk utamanya yaitu kancing, benang, karet, dan pita.  Pria ini menjual barang dagangannya secara grosir.  Maka tak heran bila konsumennya adalah reseller dan produsen baju. Konsumen luar kota hingga ke Selawesi bahkan Irian.


Untuk mencari pelanggan baru tidak semudah membalikkan telapak tangan.    Salah satu cara yang dilakukan,  memberikan harga yang kompetitif, serta pelayanan yang memuaskan.  “Pengiriman tepat waktu itu mutlak harus dilakukan.  Bagi pelanggan dalam kota saya usahakan kalau mereka pesan pagi, sore hari barang sudah harus mereka terima,” tuturnya. 


Sementara itu, kendala yang sering dihadapi  yaitu soal pengirman terutama saat menjelang lebaran. Cara mengatasinya yaitu harus bersaing dalam memesan jasa pengiriman. “Mau tidak mau, pagi-pagi harus sudah kita tongkrongi,” kata Harry. Hubungan ekspedisi itu penting. “Namanya bisnis, relasi itu paling penting,” imbuhnya. Pelanggan  setianya  ada yang lebih dari 10 tahun.   Banyak pemesanan dari luar kota dan luar pulau datang berasal dari  website-nya. 

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore