
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Bursa Efek Indonesia menyampaikan telah membekukan sementara perdagangan (Trading Halt) akibat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai lebih dari 5 persen.
Mengutip RTI Bussiness, IHSG saat ini berada di level 6.076 atau ambruk sebesar 6,12 persen atau 395,8 poin. Sepanjang perdagangan tercatat hanya 67 saham menguat, 616 saham melemah, dan 116 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Merespons kondisi tersebut, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus menyampaikan ambruknya IHSG disebabkan oleh sejumlah sentimen dalam dan luar negeri.
Mulai dari tensi geopolitik yang meningkat karena Presiden Rusia Vladimir Putin yang menginginkan perang lebih lama.
"Selain itu, terjadinya pembalasan tarif yang lebih besar dari Uni Eropa kepada Amerika Serikat (AS). Serta kekhawatiran akan resesi di Amerika yang terus mengalami kenaikkan," kaya Maximilianus Nicodemus dalam keterangannya, Selasa (18/3).
Adapun dari sisi domestik, Maximilianus Nicodemus membeberkan IHSG yang ambruk hingga menyebabkan perdagangannya dihentikan sementara juga didukung oleh penerimaan Indonesia yang mengalami penurunan hingga 30 persen.
Hal itu, lanjutnya, telah mengakibatkan defisit APBN melebar sehingga membutuhkan penerbitan utang yang lebih besar. Dan tentu saja, Rupiah kian melemah.
Bahkan, hal itu berpotensi pula untuk membuat tingkat suku bunga Bank Indonesia lebih sulit untuk mengalami penurunan.
Selain itu, penerimaan pajak juga mengalami penurunan hingga 30,19 persen secara tahunan (YoY), yakni hanya Rp 269 triliun hingga terjadi defisit APBN Rp 31,2 triliun per bulan Februari lalu. Di sisi lain, belanja pemerintah turun 7 persen dan utang naik 44,77 persen pada Januari 2025.
Ia menilai, di tengah kondisi itu, semua pihak khawatir bahwa risiko fiskal kian meningkat di Indonesia. Sehingga membuat banyak pelaku pasar dan investor pada akhirnya memutuskan untuk beralih kepada investasi lain yang jauh lebih aman dan memberikan kepastian imbal hasil.
"Saham menjadi tidak menarik, dan mungkin obligasi menjadi piihan setelah saham," tutup Maximilianus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
