
Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. (ANTARA)
JawaPos.com – Pengamat ekonomi dari INDEF M. Rizal Taufikurahman menilai, Danantara dapat menjadi instrumen strategis untuk mengelola aset negara secara profesional. Namun, hal itu harus didukung oleh kepemimpinan yang kompeten, regulasi yang jelas, dan visi bisnis yang berorientasi jangka panjang.
“Presiden Prabowo harus berani mengambil langkah cepat dan strategis untuk memastikan Danantara tidak hanya berdiri, tetapi juga berhasil menciptakan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Indonesia,” ujar Rizal, Senin (20/1).
Rizal menegaskan, pendirian Danantara merupakan langkah krusial untuk membawa tata kelola aset negara ke level yang lebih tinggi. Karena itu, pilihan untuk mendirikan lembaga mandiri atau menggabungkannya ke dalam superholding BUMN seperti Temasek di Singapura memerlukan keputusan strategis yang tidak boleh asal-asalan.
“Kelemahan struktural BUMN saat ini, termasuk inefisiensi dan konflik kepentingan, dapat membuat model superholding kurang efektif jika tidak ada reformasi menyeluruh. Sebagai lembaga SWF, Danantara dapat menarik investasi global dan meningkatkan transparansi, asalkan dirancang dengan aturan ketat dan diawasi secara independen. Tanpa langkah ini, risiko gagal seperti beberapa BUMN bermasalah akan semakin besar,” tandasnya.
Ekonom INDEF ini melihat bahwa lambannya pembentukan Danantara mencerminkan lemahnya koordinasi antar-lembaga serta adanya dominasi kepentingan politik.
“Presiden Prabowo harus segera bertindak tegas dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah atau bahkan Perppu jika diperlukan. Strategi ini menunjukkan komitmen politik sekaligus memberikan kepastian hukum kepada pasar," kata Rizal.
"Selain itu, melibatkan pakar independen dalam merancang regulasi adalah langkah penting untuk memastikan kredibilitas dan efektivitas. Mengabaikan langkah ini hanya akan memperpanjang ketidakpastian dan melemahkan posisi Indonesia di mata investor global,” imbuhnya.
Terkait nada negatif ada kekhawatiran pengelolaan aset BUMN di bawah Danantara, Rizal menampik hal tersebut. Justru, dengan dikelola oleh Danantara secara profesional berstandar internasional, aset tersebut dapat menghasilkan nilai tambah yang signifikan.
“Pengalaman negara lain, seperti Norwegia dengan Government Pension Fund, menunjukkan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan adalah kunci. Jika tidak, Indonesia hanya akan menambah daftar panjang kegagalan pengelolaan aset negara,” ujarnya.
Karena itu, Rizal menekankan bahwa Danantara harus menjadi katalisator bagi lembaga eksisting seperti INA, LPI, dan Danareksa, bukan pesaing. Dengan mandat yang berbeda namun saling melengkapi, lembaga-lembaga ini dapat menciptakan sinergi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan kata lain, pembagian tugas yang jelas dan koordinasi lintas lembaga merupakan keharusan ke depan demi membangun Indonesia yang lebih baik,” jelasnya.
Mengacu keberhasilan di negara lain, Rizal menyarakan agar model bisnis Danantara harus didasarkan pada investasi yang strategis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Fokus pada sektor seperti energi terbarukan, infrastruktur digital, dan teknologi tinggi dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan.
“Mengadopsi model Temasek atau Mubadala adalah langkah cerdas, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan unik Indonesia. Setiap keputusan investasi harus tunduk pada mekanisme evaluasi yang transparan dan berbasis data,” tegasnya.
Rizal memberi catatan khusus terkait Danantara ini. Ia menegaskan bahwa mengesahkan pendirian Danantara tanpa kerangka regulasi yang lengkap merupakan tindakan yang dapat membawa risiko besar, baik secara hukum maupun politik.
“Jalan keluarnya, Presiden Prabowo dapat memanfaatkan Perppu sebagai solusi sementara. Dengan catatan bahwa langkah ini harus disertai dengan konsultasi luas dan transparansi kepada publik. Jika dilakukan secara sepihak, tindakan ini berisiko merusak kepercayaan investor dan kredibilitas pemerintah di mata internasional,” pungkasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
