Ilustrasi logo PT Bursa Efek Indonesia, penyelenggara perdagangan saham perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. (Dok. Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Produk Reksa Dana diyakini tetap menarik bagi investor sebagai sarana berinvestasi di tengah kondisi penurunan suku bunga global saat ini. PT Sucorinvest Asset Management, salah satu perusahaan terbesar yang bergerak di industri manajer investasi optimistis pengembangan Reksa Dana terbarunya yang disesuaikan dengan kondisi market tetap memberikan imbal hasil yang menguntungkan bagi investor.
"Kami terus melakukan berbagai riset untuk dapat merilis produk-produk terbaru. Kami melihat kinerja reksa dana berpotensi menjadi salah satu yang menarik untuk investor di tengah kondisi suku bunga global yang sedang dalam tren penurunan," ujar Head of Distribution, Invesment Specialist & Product Development PT Sucorinvest Asset Management, Lolita Liliana kepada JawaPos.com.
Sepanjang sembilan bulan pertama di 2024, PT Sucorinvest Asset Management membukukan atau asset under management (AUM) sebesar Rp22,07 triliun dengan total SID (Single Investor Identification) mencapai 577 ribu SID. Hingga akhir tahun, manajemen PT Sucorinvest Asset Management optimistis bisa membukukan pertumbuhan AUM hingga 30% dibanding periode 2023.
Untuk mencapai target itu, manajemen PT Sucorinvest Asset Management berencana menerbitkan sembilan produk Reksa Dana baru sepanjang 2024. Enam produk telah diterbitkan meliputi dua produk dalam denominasi USD dan 4 produk lainnya Reksa Dana Terproteksi/ Reksa Dana Syariah Terproteksi(RDT/RDST).
"Dalam waktu dekat, kami akan menerbitkan kembali Reksa Dana Campuran dan Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan strategi yang berbeda serta akan ada Reksa Dana Terproteksi, baik Konvensional maupun Syariah," kata Lolita.
Terkait itu, manajemen PT Sucorinvest Asset Management telah menyiapkan strategi pemasaran, salah satunya dengan memperkuat kerja sama dengan Agen Penjual Reksa Dana (APERD), baik dari perbankan maupun berbasis online atau Fintech.
Sementara dalam mendukung peningkatan performa perusahaan, PT Sucorinvest Asset Management secara aktif melakukan berbagai kegiatan literasi dan inklusi keuangan di berbagai kota di Indonesia berkolaborasi dengan regulator, SRO, agen penjual, nasabah institusi, MES maupun komunitas-komunitas dan terus memperluas kerja sama dengan agen penjual.
Program literasi keuangan dinilai Lolita sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat karena bisa belajar terkait pengelolaan keuangan, termasuk perencanaan keuangan untuk masa depan mereka dengan sejumlah produk investasi.
"Kami juga bekerja sama dengan salah satu penasihat investasi global sebagai technical advisor untuk salah satu produk kami yaitu Sucorinvest Global Equity Sharia USD yang baru dirilis pada 1 Feb 2024 untuk memberikan peluang bagi para investor untuk dapat berinvestasi pada efek ekuitas sharia di Amerika Serikat," pungkas Lolita.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
