Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Agustus 2024 | 02.55 WIB

Industri Olahraga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Diskusi Industri Olahraga: Meningkatkan Partisipasi dan Memperbesar Kontribusi digelar di Space Q Building Jakarta, Rabu (21/8). (Rizky Ahmad Fauzi/Jawa Pos) - Image

Diskusi Industri Olahraga: Meningkatkan Partisipasi dan Memperbesar Kontribusi digelar di Space Q Building Jakarta, Rabu (21/8). (Rizky Ahmad Fauzi/Jawa Pos)

JawaPos.com–Industri olahraga di Indonesia terus menunjukkan potensi sebagai lokomotif utama dalam menciptakan prestasi yang berkelanjutan. Sekaligus berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai tindak lanjut dari pentingnya peran industri olahraga, QSight menyelenggarakan diskusi dengan tema Industri Olahraga: Meningkatkan Partisipasi dan Memperbesar Kontribusi di Space Q Building Jakarta pada Rabu (21/8). Diskusi bertujuan mendorong sinergi dan kolaborasi di antara pemangku kepentingan, guna mendukung pengembangan industri olahraga nasional sehingga memberikan dampak positif bagi ekosistem olahraga di Indonesia.

Direktur Lembaga Pengelolaan Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kementerian Pemuda dan Olahraga Ferry Yuniarto Kono menjelaskan, pemerintah telah mengambil berbagai langkah dan kebijakan untuk mengembangkan industri olahraga nasional.

”Kami telah melakukan berbagai upaya strategis untuk memperkuat sektor ini, termasuk fokus pada pengembangan industri olahraga yang sejalan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). DBON memberikan kerangka kerja yang jelas untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih profesional, kompetitif, dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Ferry.

Ferry menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengembangkan industri olahraga yang berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, mengintegrasikan elemen hiburan dan pariwisata dalam olahraga, atau sportainment dan sport tourism, merupakan salah satu strategi penting dalam rangka menarik minat yang lebih luas dari masyarakat sekaligus menciptakan multiplier effect sosial ekonomi yang besar.

”Sportainment dan sport tourism adalah salah satu cara kita untuk membuat olahraga lebih menarik dan menghibur. Dengan menggabungkan elemen hiburan dan pariwisata, kita tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga membuka peluang bisnis baru. Ini membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dan membuat olahraga lebih relevan serta mengesankan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Ferry.

Dia menjelaskan, jika melibatkan anggaran negara, pengembangan olahraga umumnya terkendala beberapa persoalan administrasi pendanaan. Itu sebabnya diperlukan dukungan semua pihak, termasuk swasta, agar Industri olahraga bisa berkembang tanpa terkendala persoalan administratif.

”LPDUK hadir sebagai stimulator untuk mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan Industri Olahraga,” kata Ferry.

Pengamat dan praktisi industri olahraga sekaligus pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Olahraga Prioritas Muhammad Maulana menambahkan, industri olahraga di Indonesia diproyeksikan akan tumbuh 10,96 persen periode 2022-2027, hingga mencapai nilai Rp 96 triliun pada 2027.

”Kesadaran masyarakat terhadap olahraga meningkat dan dukungan pemerintah terhadap Industri Olahraga juga semakin kuat,” kata Maulana.

Peningkatan industri olahraga itu tercermin dari lonjakan penjualan berbagai alat olahraga. Keberadaan aplikasi digital sports juga semakin marak di pasaran. Berbagai perusahaan pun sudah melihat bahwa menjadi sponsor event olahraga sebagai cara untuk memperkenalkan brand mereka. Saat ini, sekitar 30-40 persen pembiayaan event olahraga internasional sudah berasal dari sponsorship swasta.

”Ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi dan profesionalisme, tetapi juga memastikan bahwa barang dan jasa yang berkualitas mampu memenuhi kebutuhan industri olahraga, terutama untuk penyelenggaraan event bertaraf internasional,” jelas Maulana yang juga aktif sebagai Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi).

Ketua Harian Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Muhammad Farhan mengungkapkan, industri olahraga akan cepat berkembang jika partisipasi publik juga meningkat. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan memperkuat dan memperbanyak event olahraga. Olahraga yang berbasis komunitas akan mampu menciptakan partisipasi masyarakat yang lebih luas sehingga turut mendorong industri olahraga nasional.

”Industri Olahraga adalah salah satu buah dari hasil kerja keras kita dalam membangun dunia olahraga di Indonesia. Membangun komunitas, membangun infrastruktur, membangun industri olahraga dan memetik buahnya berupa prestasi di Olimpiade, piala dunia, dan lainnya,” terang Farhan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore