
Ilustrasi asuransi jiwa.
JawaPos.com–Produk asuransi tradisional tumbuh lebih unggul dibanding unit link. Pergeseran komposisi tersebut turut dialami PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life). Dari porsi 33 persen di 2022 naik menjadi 54 persen sepanjang 2023.
”Di MSIG Life juga kita bisa melihat pergeseran komposisi produk yang cukup signifikan antara unit link dan tradisional. Terkait dengan hal ini kami mengantisipasi dan menyesuaikan dengan permintaan pasar untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ucap Direktur MSIG Life Andrew Bain di Sinarmas Land Plaza, Selasa (25/6).
MSIG Life meluncurkan 16 produk baru sepanjang tahun lalu. Sembilan di antaranya merupakan produk rider dengan tujuh produk utama.
”Dua merupakan unit link dan lima produk tradisional,” imbuh Andrew Bain.
Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen mengatakan, prospek industri asuransi jiwa masih cerah. Didukung permodalan yang kuat. Pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan alias annualized premium equivalent (APE) perseroan mencapai Rp 1,3 triliun. Tumbuh 15 persen secara year-on-year (YoY).
Di tengah ekspansi bisnis dan pembayaran klaim kesehatan yang meningkat, MSIG Life mampu mencatatkan laba setelah pajak Rp 126 miliar. Profitabilitas dari bisnis baru atau new business value (NBV) meningkat rata-rata 39 persen selama 3 tahun terakhir.
”Kondisi finansial perusahaan juga sangat sehat, tecermin dari risk based capital 2011,5 persen jauh di atas ketentuan minimum dari regulator (120 persen),” terang Wianto.
Dari hasil kinerja tersebut, kontribusi unit link secara gross sebesar 52 persen dari total premi. Sedangkan produk asuransi tradisional sebanyak 48 persen. Namun, untuk premi baru yang masuk, produk asuransi tradisional berkontribusi sekitar 85 persen. Sedangkan unit link hanya 15 persen.
Wianto menjelaskan, fenomena shifting produk asuransi tersebut bakal membuat solvency issue perusahaan asuransi. Yakni kemampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajiban. Termasuk membayarkan return dari hasil investasi instrumen asuransi kepada nasabah.
Sementara suku bunga bisa naik turun. Jika terjadi penurunan maka tentu bisa terjadi kerugian. Artinya terdapat risiko investasi.
”Kalau Anda menjamin suatu produk, akan ada bunga tertentu yang dijamin. Nah karena menjamin kan perlu modal. Kalau kami bisa menjamin, kalau perusahaan asuransi yang modal nggak besar? Bagaimana dia punya RBC akan kena,” terang Wianto Chen.
Nah yang menjadi masalah, nasabah berekspektasi membeli asuransi unit link akan selalu mendapat cuan. ”Jadi ada risiko kecukupan modal dan risiko investasi apabila suku bunga turun di bawah jaminan. Yang akan berbahaya bagi kesehatan keuangan perusahaan,” imbuh Wianto.
MSIG Life bakal menyasar nasabah kaya yang well literate untuk mendorong penjualan unit link. Seperti nasabah private bank yang sudah mengerti likuiditas dan investasi. Kemudian perlu adanya relaksasi secara teknis. Misalnya, ketika terjadi koreksi sampai minus 1 terhadap instrumen investasi maka uang nasabah tidak boleh berkurang.
Sehingga nasabah harus tambah dana yang berarti biaya premi harus naik. Jika premi unit link terlalu tinggi dibanding tradisional jadi tidak menarik.
”Padahal unit link tidak mungkin tidak ada return. Meski juga tidak bisa menjamin. Padahal, perusahaan asuransi menaruh dana di surat utang ada imbal hasilnya. Tapi kadang nasabah tidak mau tahu,” tandasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
