Suasana Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (8/12/2023). Presiden Joko Widodo menyatakan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,1-5,7 persen, dibutuhkan realisasi investasi Rp1.650 triliun. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAW
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI pada April 2024 surplus sebesar USD 3,56 miliar. Angka ini tercatat turun sebesar USD 1,02 miliar dibandingkan pada bulan Maret 2024 yang hanya USD 4,47 miliar.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan capaian ini memperpanjang catatan surplus neraca perdagangan selama 48 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
"Pada April 2024 neraca perdagangan barang mencatat surplus USD 3,56 miliar atau turun USD 1,02 miliar secara bulanan. Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus 48 berturut-turut sejak Mei 2020 atau selama 4 tahun beruntun," kata Pudji dalam konferensi pers, Rabu (15/5).
Pudji menyampaikan, surplus neraca perdagangan yang panjang ini juga pernah terjadi selama 152 bulan berturut-turut, yakni pada Juni 1995 sampai April 2008. Surplus pada April 2024 ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama pada tahun lalu.
Ia menjelaskan, surplus neraca perdagangan April 2024 ini, lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas, yaitu USD 5,17 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati serta besi dan baja.
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit USD 1,61 miliar dengan komoditas penyumbang defisitnya adalah hasil minyak dan minyak mentah. Defisit perdagangan migas April 2024 ini lebih rendah dari bulan sebelumnya dan juga bulan yang sama pada tahun lalu.
BPS juga mencatat berdasarkan negaranya, surplus neraca perdagangan Indonesia tercatat dengan India sebesar USD 1,46 miliar, Amerika Serikat sebesar USD 1,09 miliar, dan Filipina sebeaar USD 0,70 miliar.
"Surplus terbesar dengan Indonesia didorong oleh bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati dan logam mulia, perhiasan atau permata," pungkas Pudji.
Sementara itu, ekspor pada April 2024 sebesar 12,97 persen mencapai USD 19,62 miliar pada April 2024. Jika dibandingkan dengan bulan April 2023 nilai ekspor tercatat naik sebesar 1,72 persen.
Sedangkan kinerja impor pada April 2024 mencapai USD 16,06 miliar atau turun 10,60 persen secara bulanan, jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD 17,96 miliar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
