Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Februari 2023 | 22.27 WIB

Pacu Produk Dalam Negeri, Wamenkeu Ingatkan Dampak Impor Terlalu Besar

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus - Image

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus

JawaPos.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menekankan Indonesia tak akan bisa tumbuh jika porsi impor terus-terusan lebih besar daripada penggunaan produk dalam negeri.

Pasalnya, impor yang berlebihan bisa menghambat pertumbuhan industri dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

"Refleksikan ke diri maupun unit di tempat kerja kita masing-masing untuk memakai produk dalam negeri," kata Suahasil dalam acara "Seminar Leaders Talk PT PLN Series 2023" yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Dengan demikian, ia menilai penggunaan produk dalam negeri menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi di Indonesia.

 

Penggunaan produk dalam negeri juga menjadi perhatian saat melakukan hilirisasi, yang juga merupakan sumber lainnya dalam pertumbuhan baru ekonomi di Tanah Air.

Jika hilirisasi dilakukan untuk barang impor, pada akhirnya uang yang dipakai pengusaha untuk membeli barang impor tidak akan berputar di dalam negeri dan menyejahterakan masyarakat.

Hilirisasi, kata Suahasil, merupakan kegiatan yang kini terus digencarkan pemerintah agar Indonesia bisa maju, keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah, hingga menciptakan pendapatan per kapita yang lebih tinggi.

"Semua ini tidak bisa dilakukan tanpa manufaktur," ujarnya.

Maka dari itu, Pemerintah Indonesia saat ini mengeluarkan beberapa aturan untuk melarang ekspor sumber daya alam (SDA) tertentu secara mentah.

Dari aturan tersebut, harapannya SDA mentah bisa diolah terlebih dahulu di Tanah Air untuk meningkatkan nilai tambah dari SDA tersebut dan menumbuhkan industri.

Selain penggunaan produk dalam negeri dan hilirisasi, ia menyebutkan terdapat pula empat sumber pertumbuhan ekonomi baru lainnya, yaitu pemanfaatan ekonomi digital, pengembangan UMKM, pengembangan ekonomi hijau, dan transisi menuju energi terbarukan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore