Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 November 2022 | 22.52 WIB

Penjualan Rumah di Atas Rp 2 Miliar di Jabodetabek-Banten Turun

Suasana Pameran Indonesia Properti Expo 2022 yang di gelar di JCC, Jakarta, Minggu (15/5/2022). Penyelenggaran di tahun ke-39 ini, menghadirkan lebih dari 225 proyek properti yang menawarkan cicilan KPR hingga 30 tahun, suku bunga 2,22% dan menargetkan ma - Image

Suasana Pameran Indonesia Properti Expo 2022 yang di gelar di JCC, Jakarta, Minggu (15/5/2022). Penyelenggaran di tahun ke-39 ini, menghadirkan lebih dari 225 proyek properti yang menawarkan cicilan KPR hingga 30 tahun, suku bunga 2,22% dan menargetkan ma

JawaPos.com - Sektor properti mengalami perlambatan pada kuartal III 2022. Bahkan, nilai penjualan rumah di Jabodebek-Banten mengalami penurunan 14,9 persen secara quartal-to-quartal (QtQ). Dari Rp 2,023 triliun menjadi Rp 1,721 triliun. Unit terjual turut merosot 3,4 persen.

Menurut CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, penjualan unit dengan harga lebih dari Rp 2 miliar mengalami tren penurunan. Justru, peningkatan signifikan terjadi di segmen unit Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar, unit dengan banderol Rp 300 juta–Rp 500 juta, dan di bawah Rp 300 juta.

"Ini mengindikasikan pasar bergeser ke segmen lebih rendah. Harga rata-rata unit terjual turun 11,9 persen QtQ menjadi Rp 686.985.844," ungkapnya kepada Jawa Pos Minggu (20/11).

Pada kesempatan berbeda, Marketing Manager Chalidana Group Nabila Nadia Hanum mengungkapkan, harga properti di kota satelit Jawa Timur tak bergerak jauh. Dia ambil contoh Sidoarjo.

Dari proyek dimulai sejak 2018 hingga tahun ini, pihaknya mempertahankan kisaran harga Rp 600 juta–Rp 700 juta. "Pergerakan harganya tidak signifikan. Kita saja yang akhirnya perkecil ukuran supaya bisa tetap berada di segmen yang tepat," tuturnya.

Nabila menjelaskan, pasar segmen tersebut masih menjadi favorit karena ada di batas daya beli first buyer. Dengan tenor panjang, keluarga muda yang mencari tempat tinggal biasanya tertarik membeli properti tersebut.

"Kami tahu suku bunga akan naik, tapi belum terjadi dalam waktu dekat," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo berkomitmen mendukung penyediaan perumahan yang layak kepada masyarakat. Bank pelat merah itu telah menyiapkan strategi untuk memenuhi harapan tersebut.

Yakni, mendorong optimalisasi sumber likuiditas program perumahan yang lebih sustain, memastikan ketersediaan suplai dengan mendorong shifting menuju vertical housing di perkotaan, dan mengembangkan program pembiayaan yang affordable bagi seluruh kelompok demand.

"BTN berperan sebagai lokomotif penyaluran pembiayaan perumahan akan terus melakukan transformasi," ucapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore