
Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen dorong pengurangan emisi karbon mencapai cita-cita Indonesia Net Zero Emission 2060.
JawaPos.com–Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen mendorong pengurangan emisi karbon. Komitmen itu dibuktikan dengan berhasilnya Pertamina Patra Niaga mengurangi emisi karbon setara lebih dari 1,58 juta ton CO2eq dari berbagai upaya reduksi emisi di lini operasional perusahaan.
”Meskipun Pertamina Patra Niaga merupakan perusahaan energi yang saat ini masih dominan menyediakan energi fosil, kami memiliki komitmen untuk berkontribusi terhadap penurunan emisi lewat berbagai cara,” tutur Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan.
”Untuk masyarakat dan industri kami telah menyediakan bahan bakar lebih ramah lingkungan, lalu kami juga hadir sebagai partner dekarbonisasi untuk mitra bisnis, lalu ada juga upaya mandiri dari lini operasional kami,” terang Riva.
Pertamina Patra Niaga sediakan penukaran baterai motor listrik atau Battery Swapping Station demi pengurangan emisi karbon.
Keberhasilan penurunan emisi terbesar, lanjut dia, bersumber dari pemanfaatan bahan bakar nabati atau biofuel. Terutama penyaluran Biosolar B35 yang berkontribusi mengurangi emisi mencapai 1,57 juta ton CO2eq.
Sekitar 5.800 ton CO2eq lainnya, Riva Siahaan menjelaskan, bersumber dari penggunaan PLTS di lokasi kerja dan gedung perkantoran, PLTS di SPBU Green Energy Station (GES), penurunan emisi dari penukaran baterai motor listrik atau Battery Swapping Station, dan program efisiensi, seperti efisiensi energi, efisiensi air, dan program reduksi emisi lainnya.
”Bisa terlihat bagaimana manfaat biofuel dalam mengurangi emisi. Karena itu ke depan kami akan terus aktif melanjutkan dan mengembangkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, upaya lain dari efisiensi juga akan terus ditingkatkan,” papar Riva.
Pertamina Patra Niaga peduli masyarakat dam lingkungan mendukung cita-cita Indonesia Net Zero Emission 2060.
Dengan hasil pengurangan emisi yang signifikan, menurut dia, pemanfaatan biofuel menjadi salah satu langkah besar dalam mengurangi emisi yang akan dilanjutkan dan diperluas pada 2024. Tahun ini, harapannya selain Biosolar B35, Pertamax Green 95 juga akan mengurangi emisi cukup besar.
Selain biofuel, dia menambahkan, Pertamina Patra Niaga juga terus mendorong distribusi bahan bakar rendah sulfur. Misalnya penggunaan Pertamax Turbo dan Perta Dex yang kandungan sulfurnya sudah di bawah 50 ppm, setara EURO 4.
Lalu untuk mitra industri, dia menjelaskan, Pertamina Patra Niaga juga menyalurkan Very Low Sulfur Fuel Oil (VLSFO) yang memiliki kandungan sulfur maksimum 0,5 persen yang sudah sesuai standar untuk pelayaran internasional.
”Ini adalah cara kami menjadi solusi sekaligus mitra dekarbonisasi serta pengurangan emisi karbon dalam sektor energi. Harapannya, langkah ini menjadi peran kami dalam mencapai cita-cita Indonesia Net Zero Emission 2060,” tukas Riva.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
