
Kendaraan bermotor melintas di jalur sepeda yang terpasang alat peraga kampanye (APK) bendera partai pemilu 2024 di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (9/1/2024).
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI pada Kuartal IV-2023 mencapai 5,04 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan ekonomi kuartal III-2023 yang hanya sebesar 4,94 persen.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Indonesia hingga triwulan IV-2023 mencapai Rp 5.302,5 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) Rp 3.139,1 triliun.
Sementara itu, secara qtq nilai PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 5.295,0 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) Rp 3.125 triliun
“Sehingga pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2023 bila dibandingkan triwulan III-2023 atau qtq tumbuh 0,45 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan IV-2022 atau secara yoy, ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,04 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers rilis BPS pada Senin (5/2).
“Dengan demikian, di tengah perlambatan perekonomian global dan di tengah menurunnya harga ekspor komoditas unggulan, ekonomi Indonesia tahun 2023 tetap tumbuh solid 5,05 persen secara ctc,” imbuhnya.
Secara historis, Amalia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara qtq triwulan IV biasanya memang relatif lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Secara yoy, ekonomi triwulan IV-2023 tumbuh solid dan tangguh sebesar 5,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022
Secara yoy, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2023 menurut lapangan usaha, dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi, yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan.
“Kelima lapangan usaha tersebut memberikan kontribusi kepada PDB sebesr 63,54 persen,” ujarnya.
Sedangkan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan tumbuh 10,33 persen dan jasa lainnya tumbuh 10,15 persen.
Hal ini didorong oleh kenaikan pengguna jasa angkutan penumpang, peningkatan volume pengiriman barang ekspor-impor, peningkatan kunjungan wisatawan, dan persiapan rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Tumbuhnya ekonomi secara kuartal atau qtq sebesar 0,45 persen ini dipicu oleh konsumsi rumah tangga. Sebagai penyumbang utama PDB konsumsi rumah tangga tumbuh 4,47 persen didorong oleh peningkatan konsumsi transportasi dan komunikasi serta konsumsi restoran, dan hotel.
Dia menjelaskan selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi RI juga ditopang oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang tercatat tumbuh 5,02 persen. Dalam hal ini didorong oleh pertumbuhan seluruh kelompok barang modal kecuali sumber daya hayati yang dibudidayakan.
Kemudian, sumber pertumbuhan ekonomi RI juga berasal dari ekspor yang tumbuh sebesar 1,64 persen, dan konsumsi pemerintah meningkat 2,81 persen.
"Konsumsi pemerintah didorong oleh belanja barang dan jasa yang didukung peningkatan realisasi belanja perjalanan dinas dan belanja barang non-operasional," tutur Amalia.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
