
Pembudi daya rumput di Nunukan Kalimantan Utara dan memberikan dampak positif baik kepada pemilik usaha maupun seluruh orang yang terlibat dapat merasakan peningkatan ekonomi.
JawaPos.com – Pesatnya pertumbuhan usaha budidaya rumput laut di Nunukan Kalimantan Utara memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Bukan hanya bagi pemilik usaha itu sendiri melainkan seluruh orang yang terlibat dapat merasakan peningkatan ekonomi.
Dimulai dari kegiatan mengikat bibit rumput laut pada tali atau yang disebut ma’bettang, pembudidaya membutuhkan tenaga bantuan untuk melakukannya. Upah yang dikeluarkan sebesar Rp12 ribu per tali bentangan. Semakin banyak yang diikat, semakin besar pendapatan yang akan diperoleh pekerja tersebut.
“Kalau yang lincah dalam 1 hari bisa 20 tali,” kata Khaerul Alwi Penyuluh Perikanan.
Artinya, seseorang bisa memperoleh Rp240 ribu sehari. Tentu nominal tersebut tidak bisa dibilang sedikit. Bahkan menurut Khaerul, saking menjanjikannya pekerjaan ini banyak orang dari kota ikut terjun mengikat rumput laut ke daerah pesisir.
Tak hanya itu, saat pemanenan rumput laut, pekerja tambahan kembali dibutuhkan. Untuk per orang per hari akan diberi upah Rp100 ribu. Namun untuk penjemuran, biasanya pembudidaya melakukannya sendiri.
Photo
Penen rumput laut hasil budi daya nelayan di Nunukan, Kalimantan Utara
Salah satu usaha unik yang muncul dalam rantai budidaya rumput laut di sana, yakni penyewaan tempat penjemuran. Misalnya di Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan, masyarakat setempat yang memiliki lahan luas di area pesisir berbondong-bondong membuat tempat untuk menjemur rumput laut yang disewakan ke pembudidaya.
“Sistemnya dia potongan persenan dari jumlah timbangan rumput laut, Rp500 per kilogram. Biayanya sistem 1x penjemuran, sekitar 3-4 hari,” tutur Khaerul.
Di Tanjung Harapan pula banyak ditemukan pembudidaya rumput laut. Lebih dari 40 kelompok bergelut membudidayakan komoditas ini dengan produksi 400-500 ton per bulan. Wilayah inipun menjadi penyumbang terbanyak produksi rumput laut di Nunukan.
Usaha budidaya rumput laut yang terus berkembang memberikan angin segar pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lapangan pekerjaan terbuka, pendapatan bertambah, dan taraf kehidupan bisa semakin baik. Dukungan pemerintahpun dibutuhkan untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan dengan baik, diantaranya pendampingan teknis oleh penyuluh perikanan dan fasilitas permodalan yang dapat diakses melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).
“Budidaya rumput laut berkembang pesat, semua ingin merumput laut. Kami punya debitur yang dulunya nelayan penangkapan ikan banyak yang beralih ke rumput laut,” pungkas Hanafiliansyah tenaga pendamping LPMUKP.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
