Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 September 2022 | 18.53 WIB

Dampak Berganda Budidaya Rumput Laut di Nunukan

Pembudi daya rumput di Nunukan Kalimantan Utara dan memberikan dampak positif baik kepada pemilik usaha maupun seluruh orang yang terlibat dapat merasakan peningkatan ekonomi. - Image

Pembudi daya rumput di Nunukan Kalimantan Utara dan memberikan dampak positif baik kepada pemilik usaha maupun seluruh orang yang terlibat dapat merasakan peningkatan ekonomi.

JawaPos.com – Pesatnya pertumbuhan usaha budidaya rumput laut di Nunukan Kalimantan Utara memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Bukan hanya bagi pemilik usaha itu sendiri melainkan seluruh orang yang terlibat dapat merasakan peningkatan ekonomi.

Dimulai dari kegiatan mengikat bibit rumput laut pada tali atau yang disebut ma’bettang, pembudidaya membutuhkan tenaga bantuan untuk melakukannya. Upah yang dikeluarkan sebesar Rp12 ribu per tali bentangan. Semakin banyak yang diikat, semakin besar pendapatan yang akan diperoleh pekerja tersebut.

“Kalau yang lincah dalam 1 hari bisa 20 tali,” kata Khaerul Alwi Penyuluh Perikanan.

Artinya, seseorang bisa memperoleh Rp240 ribu sehari. Tentu nominal tersebut tidak bisa dibilang sedikit. Bahkan menurut Khaerul, saking menjanjikannya pekerjaan ini banyak orang dari kota ikut terjun mengikat rumput laut ke daerah pesisir.

Tak hanya itu, saat pemanenan rumput laut, pekerja tambahan kembali dibutuhkan. Untuk per orang per hari akan diberi upah Rp100 ribu. Namun untuk penjemuran, biasanya pembudidaya melakukannya sendiri.

Photo

Penen rumput laut hasil budi daya nelayan di Nunukan, Kalimantan Utara

Salah satu usaha unik yang muncul dalam rantai budidaya rumput laut di sana, yakni penyewaan tempat penjemuran. Misalnya di Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan, masyarakat setempat yang memiliki lahan luas di area pesisir berbondong-bondong membuat tempat untuk menjemur rumput laut yang disewakan ke pembudidaya.

“Sistemnya dia potongan persenan dari jumlah timbangan rumput laut, Rp500 per kilogram. Biayanya sistem 1x penjemuran, sekitar 3-4 hari,” tutur Khaerul.

Di Tanjung Harapan pula banyak ditemukan pembudidaya rumput laut. Lebih dari 40 kelompok bergelut membudidayakan komoditas ini dengan produksi 400-500 ton per bulan. Wilayah inipun menjadi penyumbang terbanyak produksi rumput laut di Nunukan.

Usaha budidaya rumput laut yang terus berkembang memberikan angin segar pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lapangan pekerjaan terbuka, pendapatan bertambah, dan taraf kehidupan bisa semakin baik. Dukungan pemerintahpun dibutuhkan untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan dengan baik, diantaranya pendampingan teknis oleh penyuluh perikanan dan fasilitas permodalan yang dapat diakses melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

“Budidaya rumput laut berkembang pesat, semua ingin merumput laut. Kami punya debitur yang dulunya nelayan penangkapan ikan banyak yang beralih ke rumput laut,” pungkas Hanafiliansyah tenaga pendamping LPMUKP.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore