
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli
JawaPos.com - Pernyataan kontroversial diucapkan oleh mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Dia menyebut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dilobi oleh Internasional Monetary Fund (IMF) yang membuatnya tidak mengikuti saran Presiden Jokowi.
Pernyataan itu muncul saat Rizal Ramli memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fraksi Partai Golkar di Ruang KK I, DPR, Jakarta, Rabu (3/10).
Awal mula pernyataan itu muncul saat Rizal Ramli menyinggung tentang soal pelemahan nilai tukar Rupiah hingga Rp 15 ribu yang salah satunya disebabkan karena pemerintah lambat mengambil kebijakan soal devisa hasil ekspor (DHE).
Dalam kesempatan itu, Rizal Ramli menceritakan pada dua tahun silam saat masih menjabat sebagai Menko Maritim. Dalam sidang kabinet, dia mengusulkan agar seluruh DHE wajib masuk ke dalam negeri. Hal itu dilakukan agar kecukupan Dolar AS dapat terpenuhi.
"Jadi kalau badan kita mau sehat, seluruh pendapatan ekspor harus masuk ke dalam sistem yang sangat bebas ini nggak bagus. Indonesia menjadi rentan terhadap orang kabur dan sebagainya. Kami sarankan kita wajibkan semua eksportir kita untuk masukkan hasil ekspornya ke sistem perbankan kita," ujarnya.
Selanjutnya, upaya itu ditindaklanjuti dengan melakukan rapat bersama Agus Martowardojo, Menteri Keuangan pada saat itu Bambang Brodjonegoro, serta Menko Perekonomian Darmin Nasution di kantor Bank Indonesia.
"Kami dorong kita harus wajibkan dulu Thailand sama seperti kita, yang masuk ekspornya hanya 5 persen, sisanya disimpa di luar negeri. 10 tahun yang lalu Thailand mewajibkan seluruh (hasil) ekspor harus masuk ke sistem Thailand, memang butuh waktu lama nggak sekaligus. Tapi hari ini 95 persen dari (devisa hasil) ekspor Thailand masuk ke dalam sistem," jelasnya.
"Itu yang menjelaskan kenapa ekonomi Thailand relatif stabil, nggak kayak kita Fed naik sedikit anjlok," tambahnya.
Secara tiba-tiba, kata Rizal, kesepakatan itu berubah. Dia menyebut Agus Martowardojo menyetujui masukan dari Presiden Jokowi agar bisa mengikuti sarannya. Alhasil, hingga saat ini, dia menyebut upaya untuk menarik DHE ke dalam negeri jalan di tempat. Dampaknya, pemerintah ketar-ketir saat Rupiah terus melemah.
"Pada waktu itu saya buka saja disini, Bambang sudah setuju, Mirza sudah setuju, Agus dilobi sama IMF mungkin, Bank Dunia kan nggak setuju, nah dilobi sama yang punya duit. Jadi hilang begitu saja. Padahal presiden sudah perintahkan, ikuti saran pak Ramli," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
