Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 November 2021 | 17.10 WIB

LPEI Beri Jaminan Akses Modal ke Sektor Pariwisata Bali

Wisatawan mengunjungi Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park saat hari pertama pembukaan kembali kawasan pariwisata itu di Badung, Bali. Naufal Fikri Yusuf/Antara - Image

Wisatawan mengunjungi Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park saat hari pertama pembukaan kembali kawasan pariwisata itu di Badung, Bali. Naufal Fikri Yusuf/Antara

JawaPos.com - Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya, laju pertumbuhan sektor pariwisata di Bali yang turun secara signifikan.

Tercatat penurunan jumlah wisatawan mencapai 99,99 persen sepanjang Januari-September 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini tentunya juga sangat berdampak terhadap penerimaan ekspor jasa Bali.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI memberikan dukungan melalui percepatan pemulihan sektor pariwisata sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas mengatakan, pihaknya bersama dengan SMV lainnya yaitu PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) menjamin pemberian tambahan Kredit Modal Kerja yang akan disalurkan perbankan kepada para pelaku usaha korporasi.

“Program Penjaminan Pemerintah atau Jaminah ini juga diberikan kepada sektor pariwisata khususnya Horeka atau Hotel, Restoran dan Kafe. Coveragenya dapat mencapai 80 persen. Program ini merupakan komitmen nyata Pemerintah untuk mendukung pemulihan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19,” ujarnya dalam keterangan yang diterima oleh JawaPos.com, Senin (8/11).

Dalam hal ini, LPEI memberikan sertifikat penjaminan pemerintah kepada Bank Mandiri, BNI, Permata dan BPD Bali atas nama PT Griyabali Dwipa, PT Hotel Citra Rapi, PT Sixty Six Paradise Investasi, dan CV Santrian Beach Cottages.

“Program ini memberikan akses fasilitas pembiayaan senilai Rp 166,1 miliar kepada 8 hotel. Diperkirakan lebih dari 4 ribu tenaga kerja akan terlibat dari program tersebut di sektor pariwisata khususnya hotel restoran dan kafe,” ungkapnya.

Daniel mengungkapkan, secara umum, realisasi program tersebut hingga akhir Oktober 2021 mencapai Rp 2,6 triliun untuk 17 sektor industri. Antara lain; otomotif, konstruksi, pertanian, jasa keuangan, perikanan, obat-obatan dan kosmetik, hotel, alas kaki dan pertambangan dengan serapan tenaga kerja mencapai 61.129 orang.

“LPEI juga telah bekerja sama dengan 29 bank dalam rangka realisasi penyaluran fasilitas Jaminan. Selain itu, Pefindo Biro Kredit juga dilibatkan untuk membantu proses assessment penyaluran fasilitas Jaminan ini,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayung, A. Par, MM berharap, program tersebut dapat mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata khususnya hotel, restoran, dan kafe di Bali dan dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat Bali yang mayoritasnya menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber mata pencaharian.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore