Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Oktober 2021 | 22.19 WIB

Optimalisasi Layanan Digital, Kinerja Kuartal III BNI Tumbuh Solid

Ilustrasi Gedung BNI Jakarta. (BNI for JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Gedung BNI Jakarta. (BNI for JawaPos.com)

JawaPos.com - Lonjakan kasus positif Covid-19 pada kuartal III 2021 menjadi tantangan bagi perbankan, termasuk BNI. Pencapaian kinerja BNI pada Kuartal III 2021 mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 73,9% secara Year on Year, menjadi Rp 7,7 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 4,3 triliun.

"Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi digital BNI yang salah satunya ditujukan untuk penguatan kapabilitas dalam transactional banking," ujar Dirut BNI Royke Tumilaar di Jakarta, Senin (25/10).

Kemampuan BNI mencatat kinerja penghimpunan dana murah yang sangat sehat, salah satu faktor pendukung kredit yang solid. Disebutkan komposisi himpunan dana murah atau CASA mencapai 69,7% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) atau tertinggi dalam 10 tahun terakhir ini.

Pendapatan Bunga Bersih (NII) meningkat 17,6% YoY, yaitu dari Rp 24,39 triliun dari Kuartal 3 – 2020 menjadi Rp 28,70 triliun pada Kuartal 3 – 2021. Pertumbuhan NII ini merupakan efek pendistribusian kredit BNI yang masih tumbuh 3,7% YoY, yaitu dari Rp 550,07 triliun pada Kuartal 3 – 2020, menjadi Rp 570,64 triliun pada Kuartal 3 – 2021.

Pada Kuartal III – 2021, BNI terus melanjutkan fokus untuk memperkuat permodalan sehingga BNI memiliki struktur modal yang kuat dalam mendukung ekspansi bisnis. Pada bulan September 2021, BNI sukses menerbitkan USD 600 juta perpetual bond dengan 2,7 kali oversubscribed (diatas jumlah yang ditawarkan) yang dapat dikategorikan sebagai tambahan modal inti utama bagi BNI. Penerbitan ini merupakan yang pertama dilakukan oleh perbankan di Indonesia.

Dengan adanya penerbitan AT-1 ini, modal inti BNI naik 140 basis point sehingga rasio CAR dan Tier 1 BNI per September 2021 meningkat menjadi masing-masing 19,9% dan 17,8%, sudah mendekati rasio bank pesaing lainnya.

"Dengan kapasitas bisnis yang dicerminkan oleh kondisi permodalan yang semakin kuat, kami terus melanjutkan fokus pengembangan bisnis korporasi dengan memberikan One Stop Wholesale Banking Solution bagi perusahaan – perusahaan top tier di bidang usahanya termasuk pembiayaan rantai pasok dan bisnis konsumer," ujar Royke.

Selain perusahaan Top – Tier, BNI juga memberikan perhatian serius pada penguatan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Selain melalui penyaluran KUR, BNI juga meluncurkan BNI Xpora, yang menawarkan solusi komprehensif bagi UKM yang ingin mengembangkan pasar ke luar negeri.

Melalui BNI Xpora, BNI memberikan konsultasi bisnis, membantu membuka akses pasar global, hingga solusi pembayaran. Beberapa produk keuangan menarik juga disiapkan, mulai dari diskon pada penerbitan L/C, kemudahan pada saat pengajuan pinjaman melalui portal digital (bisa selesai dalam 6 hari), hingga menyediakan layanan penagihan dan pengiriman uang.

Dukungan ekspor juga diperkuat melalui kantor – kantor cabang luar negeri yang ada di 6 pusat keuangan dunia, baik di Singapura, Seoul, Tokyo, Hong Kong, London, dan New York. Kantor cabang ini membantu UKM ekspor untuk menjangkau potential buyer, baik dengan pameran – pameran, atau melalui business matching, beberapa UKM pelaku ekspor yang kami fasilitasi bahkan mendapatkan pembeli pertamanya dari luar negeri melalui business matching yang telah dilakukan di Cabang Luar Negeri kami di Hong Kong dan Seoul.

Sementara Transformasi Digital dilakukan BNI terfokus pada tiga area, Pertama, mendigitalisasi platform bisnis perusahaan. Kedua, pengembangan produk – produk digital. Ketiga, memperkuat ekosistem digital dengan API Open Banking, dimana saat ini BNI adalah bank yang unggul dalam pengembangan API Open Banking dengan 283 jenis layanan, dan sudah digunakan oleh 4.000 klien.

"Selain mengembangkan kerjasama dengan patner e-commerce, kami terus mengoptimalkan BNI Mobile Banking. Per September 2021, pengguna BNI Mobile Banking telah mencapai 9,9 juta orang dengan pertumbuhan 46,6% YoY. Selain jumlah pengguna yang meningkat signifikan, nilai transaksi melalui BNI Mobile Banking juga telah mencapai Rp 447 triliun atau meningkat 33,4% YoY," imbuh Royke.

Selain mendigitalkan proses bisnis yang ada, BNI juga memiliki rencana untuk menjajaki opsi pengembangan bank digital. BNI percaya memiliki anak perusahaan bank digital akan membawa BNI ke tingkat layanan perbankan yang lebih tinggi.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore