Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Oktober 2021 | 23.17 WIB

Sampah Makanan 184 kg Setahun, Setara Kasih Makan Ratusan Juta Orang

BERMANFAAT: Putu Putri Indira Sari mengolah sampah organik makanan dengan metode ecoenzyme di rumahnya di kawasan Sidosermo Minggu (9/5). Metode tersebut diyakini efektif untuk mengurangi sampah sisa makanan di rumah. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

BERMANFAAT: Putu Putri Indira Sari mengolah sampah organik makanan dengan metode ecoenzyme di rumahnya di kawasan Sidosermo Minggu (9/5). Metode tersebut diyakini efektif untuk mengurangi sampah sisa makanan di rumah. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sampah makanan masyarakat Indonesia ternyata sangat banyak. Angkanya bahkan terus meningkat sejak periode 2000 hingga 2019.

Berdasarkan penelitian dari Waste4Change, pada 2019 jumlah sampah makanan orang Indonesia mencapai 184 kilogram per orang per tahun. Meningkat dari 150 kilogram per orang per tahun pada tahun 2000.

Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Medrilzam mengungkapkan, sampah makanan bukan hanya berasal dari sisa setiap kali makan yang terbuang atau disebut juga food waste. Sampah makanan juga makanan yang masuk kategori food loss yang berasal dari industri makanan.

"Bisa dibilang, sekitar setengah kilo per hari kita buang makanan," ujar Medrilzam dalam webinar 'Indonesia Mubadzir Pangan, Kok Bisa?' dalam LCDC Week 2021, Selasa (12/10).

Medrilzam memaparkan, temuan sampah makanan sebanyak 184 kilogram tersebut termasuk perhitungan gabungan antara food loss dan food waste.

Selin itu, Medrilzam juga mengungkapkan, hasil penelitian tersebut juga menemukan adanya pergesaran jumlah antara food loss dan food waste. Hal itu kemungkinan karena adanya intervensi teknologi sehingga proses produksi jadi lebih efisien.

"Tapi malahan jadi food wastenya besar. Mungkin ini juga Tapi perilaku masyarakat kita kalau makan belum berubah, jadi lumayan tinggi food waste," tuturnya.

Medrilzam mengungkapkan, secara ekonomi ada kerugian dari jumlah sampah makanan. Bahkan, angkanya mencapai 4-5 persen PDB (produk domestik bruto) Indonesia. Jumlah itu setara dengan memberi makan yang membutuhkan hingga ratusan juta orang.

"184 kilogram itu kalau kita beri makan ke orang yang menbutuhkan, bisa mencapai 61-125 juta orang," imbuhnya.

Ia menyebut, dari besaran jumlah tersebut sebenarnya cukup untuk mengurangi kemiskinan, kelaparan, hingga stunting pada masyarakat. Di samping itu, sampah makanan yang menumpuk juga akan mencemari lingkungan.

Pencemaran lingkungan yang berasal dari sampah terkait dengan emisi gas rumah kaca, di mana tumpukan sampah makanan sejak 2000 hingga 2019 itu bisa mencapai hampir 1,7 juta ton emisi gas.

“Ini signifikan tapi bagaimana pun ini sumber inefisiensi, dan jelas ini tentunya sangat merugikan," pungkasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore