Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Oktober 2021 | 03.55 WIB

Sempat Merugi Miliaran, ini Tips Pebisnis Muda Agar Balik Untung

Ilustrasi foto yang dicetak di ID Photobook, e-commerce di bidang cetak foto digital. - Image

Ilustrasi foto yang dicetak di ID Photobook, e-commerce di bidang cetak foto digital.

JawaPos.com - Memperoleh kesuksesan tidak semudah membalikan telapak tangan. Ada sebuah proses yang sangat berharga dan tidak dapat dilalui dengan mudah.

Jatuh bangun, gagal dan mencoba kembali adalah hal yang biasa terjadi dalam dunia bisnis. Tak hanya sekali, kegagalan bisa saja terjadi berkali-kali.

Salah satu seorang pengusaha muda yaitu, Rico Huang menceritakan sebuah proses panjang dalam meraih kesuksesannya. Perjalanannya dalam berbisnis yang ditempuh tentunya sering gagal.

Namun, hasil tak pernah mengkhianati proses. Kini Rico dapat memetik buah manis dari hasil jerih payahnya dalam berusaha.

Rico merupakan seorang pebisnis muda dan CEO PT Alona Indonesia Raya. Dalam menjalankan salah satu bisnis photobook-nya, dirinya pernah mengalami kerugian bahkan hingga mencapai Rp 10 miliar.

"Saya berpikir awalnya bisnis photobook juga memiliki peluang di Indonesia. Ternyata kenyataannya berbeda. Apalagi ditambah pandemi, orang lebih banyak berdiam di rumah dan tidak banyak yang mengabadikan momen untuk dicetak menjadi photobook," ujarnya dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Sabtu (2/10).

Menurutnya, kerugian Rp 10 miliar ini akibat langkah yang kurang tepat di tengah pandemi, dengan penyaluran dana untuk riset, endorse artis, biaya iklan, foto produk, dan menyiapkan software/tools untuk reseller. Tetapi, hanya dalam waktu enam bulan saja Rico sudah berhasil membayar semua kerugiannya.

Rico mengungkapkan, dirinya mampu untuk membayar kerugian Rp 10 miliar tersebut hanya dalam kirim waktu selama enak bulan. Pertama, dirinya memutuskan untuk membuat bisnis baru dari yang sebelumnya photobook menjadi produk pengharum.

"Mesin photobook yang sudah dibeli selanjutnya digunakan untuk mencetak kebutuhan produk custom di bisnisnya yang lain, yaitu Dropshipaja," ucapnya.

Kedua, mulai mencari pasar baru daru produk baru tersebut agar dapat meningkatkan penjualan dan membalikkan kerugian secara cepat.

"Jadi uangnya saya investasikan ke dalam produk baru. Teorinya sederhana, jika cara pertama terbukti tidak berhasil, kita harus lanjut ke cara kedua. Berdiam diri dan tidak mencari peluang hanya akan membuat bisnis kita macet," ungkapnya.

Selanjutnya, setelah melakukan riset dan menemukan produk baru, lambat lain kerugian tersebut sudah tertutupi bahkan mendapatkan untung besar. Namun, jangan dulu berpuas hati. Bisnis tersebut juga dapat dikembangkan dengan cara melalui pemasaran seperti reseller, agen, dan distributor.

"Setelah berjalan enam bulan, penjualan produk pengharum Summerspring baru ini telah menggantikan seluruh kerugian Rp 10 miliarnya. Dan bahkan saat ini sudah mendapatkan profit besar. Saya tidak sendirian. Keberhasilan penjualan Summerspring ini juga dibantu oleh para Secara tidak langsung dapat membantu pemasukan tambahan bagi mereka, terlebih di kondisi saat ini," jelasnya.

Menurutnya, dalam berbisnis pun perlu membaca situasi. Dalam gal ini mencari produk apa yang dibutuhkan saat ini. Dalam seminggu pertama peluncurannya, pengharum Summerspring telah terjual lebih dari 150.000 botol.

"Produk pengharum ini ternyata sangat dibutuhkan terutama di kondisi sekarang, dimana lebih banyak orang menghabiskan waktu di rumah bekerja dan melakukan kegiatan yang monoton," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore