Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 September 2021 | 02.27 WIB

Pasar Industri Halal Ditaksir Tembus 2,2 Miliar pada 2030

Simbolisasi serah terima hibah bantuan penanganan COVID-19 dari Astra kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang dilakukan secara virtual dihadiri oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekjen Kementerian P - Image

Simbolisasi serah terima hibah bantuan penanganan COVID-19 dari Astra kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang dilakukan secara virtual dihadiri oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekjen Kementerian P

JawaPos.com - Ekonomi dan keuangan syariah global berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu membuka peluang pengembangan industri halal di tanah air. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Indonesia menjadi pusat produsen terbesar di dunia.

Berdasar The State of the Global Islamic Economy Report 2020–2021, umat muslim dunia membelanjakan tidak kurang USD 2,02 triliun untuk kebutuhan di bidang makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata, dan sektor-sektor syariah lainnya. Angka tersebut meningkat 3,2 persen dibandingkan pada 2018.

"Salah satu faktornya adalah semakin meningkatnya populasi umat muslim dunia," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Kamis (23/9).

Peluang pengembangan industri halal juga didukung dengan meningkatnya populasi penduduk muslim di dunia yang pada 2020 mencapai 1,9 miliar jiwa. Merujuk data Pew Research Center's Forum on Religion and Public Life, angka itu diperkirakan terus bertambah hingga mencapai 2,2 miliar jiwa atau 26,5 persen dari total populasi dunia pada 2030.

"Peningkatan angka tersebut tentu akan dibarengi oleh semakin meningkatnya permintaan terhadap produk dan jasa halal," ujar Menperin.

Agus mengatakan, peningkatan demand makanan halal dapat menjadi pendorong bagi industri mamin nasional melakukan ekpansi. Selanjutnya, tren fashion busana muslim juga membuka kesempatan bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional melalui ragam inovasi produk dan optimalisasi tekstil fungsional.

"Kemudian, pada industri farmasi dan industri kosmetika, optimalisasi pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia yang unik dapat menjadi selling point tersendiri dan mendapatkan tempat khusus di mata konsumen global," bebernya.

Kemenperin pun menjalankan kebijakan pengembangan industri halal melalui beberapa program utama. Pertama, pembinaan sumber daya manusia (SDM) industri halal, meliputi penyelia halal, auditor halal, dan SDM industri.

Kedua, pembinaan proses produksi. Ketiga, fasilitasi pembangunan infrastruktur industri halal dan pengembangan kawasan industri halal.

Deputi Direktur Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah Bank Indonesia Diana Yumanita menambahkan, industri makanan halal RI merupakan market leader di dunia. Pangsanya mencapai 13 persen.

"Namun, di saat yang sama tantangan yang dihadapi juga tidak ringan seperti begitu cepatnya penetrasi produk halal dari negara mayoritas nonmuslim dan sudah lebih majunya instrumen keuangan syariah di negara lain," ujarnya.

PASAR PRODUK HALAL SECARA GLOBAL

Kategori | Nilai Pasar (USD Miliar) 2017 | 2023*

Makanan | 1.303 | 1.863

Kosmetik | 61 | 90

Farmasi | 87 | 131

Ket*: Proyeksi

Sumber: Global Islamic Economy Report

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore