Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 September 2021 | 21.24 WIB

Usaha Ultra Mikro Bisa Dapat Pinjaman hingga Rp 20 Juta Tanpa Bunga

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi) sebesar Rp 5,6 triliun tahun ini. Sasarannya adalah 1,8 juta debitur. Melalui program tersebut, pemerintah berharap roda ekonomi bisa segera bangkit mulai dari sektor terkecil.

"Pembiayaan UMi tidak dikenai bunga karena merupakan bantuan sosial. Bahkan, debitur akan mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan usahanya," kata Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah secara virtual kemarin (1/9).

Dia menjelaskan, program tersebut memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp 20 juta per nasabah. Dana tersebut nanti disalurkan oleh lembaga keuangan bukan bank (LKBB).

"Nilai pembiayaan tersebut meningkat dari sebelumnya Rp 10 juta, salah satunya agar masyarakat dapat mengembangkan usahanya lebih baik," imbuhnya.

Jika setelah mendapat pembiayaan usahanya berkembang, pelaku usaha bisa mengajukan pembiayaan modal usaha. Misalnya, program kredit usaha rakyat (KUR). Menurut dia, para pengusaha UMi dan mikro lebih nyaman mengajukan pembiayaan secara berkelompok.

Sebab, lebih memudahkan proses dan pendampingannya. "Kalau mengalami kesulitan, kita bantu modal usahanya. Tapi, ada bunganya. Dari PIP (bunga kredit) maksimal 4 persen, ada juga yang 1 persen, bergantung dari beberapa hal," jelasnya.

Ririn menyatakan, data Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menunjukkan terdapat 64,2 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini. Sebagian besar adalah bisnis skala UMi dan mikro.

Banyaknya pelaku usaha di lapisan terbawah membuat pemerintah mendorong berbagai program pembiayaan ke segmen tersebut. Hingga semester I 2021, sebanyak 1,4 juta debitur telah mendapat pembiayaan UMi yang belum bisa memperoleh layanan perbankan melalui KUR.

Terpisah, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menyebutkan, persebaran SARS-CoV-2 membuat mayoritas bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gulung tikar. Hanya sedikit yang bisa bertahan dengan digitalisasi.

Diperlukan dorongan pemerintah dan perbankan agar usaha rakyat itu mampu bangkit. "Di masa krisis saat ini, tidak sedikit UMKM yang membutuhkan kredit modal kerja," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore