
Jawa Pos Sinergi Forum Literasi digelar di Aula Gedung E Universitas Islam Kadiri (Uniska) dihadiri sekitar 300 pedagang pasar dan industri mikro, kecil, menengah yang ada di Kediri, Selasa (20/11).
JawaPos.com - Peningkatan literasi keuangan bagi para pelaku usaha sangat penting di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Hal itu pulalah yang mendasari diselenggarakannya Jawa Pos Sinergi Forum Literasi dengan tema Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Lintas Sektoral: Peran dan Fungsi Asuransi untuk Keamanan Bisnis dan Kesejahteraan Pedagang Pasar dan IMKM di Kediri kemarin (21/11).
CEO BRI Insurance Budi Legowo mengatakan, berdasar data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2022, tingkat literasi jasa keuangan untuk sektor asuransi baru mencapai 31 persen. Sedangkan tingkat inklusi keuangannya justru baru 16 persen.
”Memang challenge untuk kita agar terus melakukan upaya agar masyarakat semakin paham atau sadar bahwa risiko bisa terjadi kapan saja. Jika itu terjadi, tentu bisa mengganggu perencanaan keuangan,” ujarnya kemarin (21/11).
Budi menambahkan, pada 2023 ini pelaku UMKM yang telah memegang polis asuransi sudah mencapai 10 juta peserta. Dengan penyebaran informasi dan akses yang masif, diharapkan jumlahnya bisa meningkat menjadi 13—14 juta pelaku usaha yang terlindungi bisnisnya.
”Indonesia berada di wilayah Indo-Pasifik yang kita kenal dengan ring of fire. Ini jadi salah satu pencetus gagalnya suatu perencanaan keuangan. Tahun lalu gempa tercatat 10 ribu lebih di Indonesia. Belum lagi gunung meletus. Pada saat ini terjadi, mudah-mudahan UMKM bisa tetap tegar dan menjalankan profesinya,” tandasnya.
Jawa Pos Sinergi Forum Literasi digelar di Aula Gedung E Universitas Islam Kadiri (Uniska) dihadiri sekitar 300 pedagang pasar dan industri mikro, kecil, menengah yang ada di Kediri, Selasa (20/11).
Layanan klaim asuransi yang dimiliki BRI Insurance juga terbilang mudah dan cepat serta dapat diakses secara online. Itu semua dilakukan untuk menjaga kepercayaan sekaligus merubah persepsi masyarakat terhadap asuransi yang dikenal ribet dan lama proses klaimnya.
Ade Zulfikar selaku Direktur Teknik BRI Insurance mengatakan bahwa apabila terjadi risiko kepada Para pedagang yang telah terdaftar peserta asuransi mikro maka jangan ragu dan jangan takut saat klaim asuransi itu lama dan sulit.
"Sejauh ini kami telah melakukan pembayaran klaim kepada nasabah asuransi mikro itu sekitar 3 sampai dengan 5 hari, pembayaran klaim langsung cair ke rekening nasabah"ujar Ade.
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Bambang Supriyanto mengatakan, saat ini tingkat literasi masyarakat lebih tinggi dibandingkan inklusi. Artinya, pengguna asuransi masih jauh lebih sedikit dibandingkan tingkat pemahaman masyarakat tentang literasi asuransi. ”Ini berbanding terbalik dengan secara umum bahwa tingkat inklusi keuangan lebih tinggi, namun literasinya masih rendah,” katanya.
Hal itu, menurut Bambang, juga terjadi di Kediri. Masyarakat masih harus diedukasi tentang literasi keuangan agar tidak terus dirugikan dalam kaitannya dengan penggunaan produk jasa keuangan. ”Misalnya, jangan sampai menjadi korban investasi bodong atau pinjol (pinjaman online) ilegal. Kalaupun pinjol harus yang resmi dan secukupnya. Sesuai kebutuhannya,” sambungnya.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menyambut baik kegiatan itu. Dewi memaparkan, belum lama ini banyak warga yang terjerat investasi bodong. Selain itu, kebakaran di Pasar Ngadiluwih dan Pasar Gringging beberapa waktu lalu bisa jadi pelajaran. ”Asuransi bisa menekan kerugian karena kejadian yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Kadiri (Uniska) Bambang Yulianto menyebut saat ini konsep literasi tidak hanya terbatas pada baca, tulis, dan hitung. ”Literasi sudah macam-macam. Literasi keuangan, kesehatan, makanan, sosial, kemanusiaan. Nah, kali ini kita fokus pada literasi keuangan dari BRI Insurance,” ungkapnya.
CEO Jawa Pos Media Leak Kustiyo menyebutkan, Jawa Pos sangat antusias membangun budaya masyarakat yang literatif. ”Terutama dalam hal keuangan,” katanya. (ais/c19/wir)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
