
Photo
JawaPos.com - Perusahaan asuransi Prudential Indonesia membuktikan bahwa mereka tetap bisa memberikan performa yang baik di masa pandemi Covid-19 yang mulai merebak pada 2020. Hal ini ditunjukkan lewat hasil kinerja keuangan mereka sepanjang tahun lalu.
President Director Prudential Indonesia Jens Reisch dalam webinar pada Rabu (21/4) mengatakan bahwa pada 2020 lalu, pihaknya melakukan pembayaran klaim sebesar Rp 12,8 triliun. Angka tersebut merupakan bagian dari total pendapatan premi sebesar Rp 23,7 triliun. Kinerja positif di 2020 juga tercermin dari laba setelah pajak yang stabil yakni Rp 4,7 triliun dan mencatat tingkat solvabilitas perusahaan yang kuat di angka 549 persen.
“Prudential Indonesia merangkum 2020 ke dalam dua kata yaitu, inovasi perlindungan dan inovasi
untuk delighting customers (memuaskan pelanggan, Red). Seluruh inovasi yang kami hadirkan merupakan wujud dukungan kami kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian dalam hidup. Pada akhirnya, kami mampu mencatat hasil bisnis yang stabil dan terus membangun posisi finansial yang memungkinkan kami tetap tangguh menghadapi tantangan tahun lalu,” ujar Jens.
Jens merinci, dalam inovasi perlindungan, Prudential Indonesia bergerak cepat dalam merespons kebutuhan kesehatan yang meningkat di 2020 akibat pandemi Covid-19. Prudential Indonesia, menurutnya, menjadi perusahaan asuransi jiwa pertama di nIndonesia yang menyediakan Santunan Tunai Tambahan jika nasabah terdiagnosis positif Covid-19.
"Di 2021, inovasi terus berlanjut dan kami meluncurkan inisiatif Program Santunan Rawat Inap Pascavaksinasi dan menyediakan sentra vaksinasi Covid-19. Kami juga telah meluncurkan 60 produk dan solusi perlindungan, termasuk produk baru dan juga peningkatan dari produk sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang kian berkembang," ujar Jens.
Sementara itu, dari sisi inovasi memuaskan pelanggan, lanjut Jens, aplikasi Pulse yang diluncurkan pada Februari 2020 ikut andil dalam membantu masyarakat Indonesia mengelola kesehatan dan kesejahteraan. Aplikasi ini, menurutnya, sudah diunduh lebih dari 6,6 juta kali dan dimanfaatkan
pengguna untuk mencegah penyakit agar tetap sehat serta menunda penyakit semakin memburuk melalui beberapa fitur yang ada di dalamnya.
“Penerapan praktik bisnis yang etis dan tata kelola perusahaan yang baik membuat kami mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh nasabah. Kami juga mampu menjalankan operasional yang berkelanjutan, sekaligus membantu seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat hidup lebih sehat dan lebih sejahtera,,” pungkas Jens.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
