Pengembangan proyek smelter PT Amman Mineral Industri, anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) di Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat.
JawaPos.com - Waktu sudah menunjukkan pukul 15.35 WIT, Sabtu (29/10/2023) di Sekongkang, salah satu kabupaten yang berjarak 165 kilometer dari Mataram, ibu Kota Nusa Tenggara Barat (NTB). Matahari sudah mulai menurun di ujung barat, namun aktivitas ratusan pekerja kontruksi berseragam warepack biru kuning masih terus terlihat pergerakannya di lokasi pembangunan Smelter perusahaan tambang PT Amman Mineral Industri ini.
Di areal utama smelter seluas 55 hektare, berbagai pekerjaan konstruksi terus dikebut sehingga target pembangunan pada Mei 2024 bisa terealisasi. Secara keseluruhan, luas smelter dan pemurnian logam (Precious Metals Refinery-PMR) anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ini mencapai 157 haktare dengan total investasi yang dibenamkan mencapai lebih dari USD 1 miliar, setara Rp 15,9 triliun (dengan kurs USD = Rp 15.900).
Vice President Corporate Communication AMMN Kartika Octaviana mengungkapkan pihaknya berharap tahapan konstruksi pembangunan smelter dan PMR (mechanical completion) tuntas pada Mei 2024. “Progres pembangunan per September 2023 sudah mencapai 67,1 persen," ujarnya kepada media yang berkunjung di site Tambang Batu Hijau di Sekongkang, NTB.
Lebih detail, Fatih Wirfiyata, Manager of Process and Technology - Smelter Project PT Amman Mineral Industri mengungkapkan tahapan pembangunan fisik smelter terus dikerjakan siang malam untuk mengejar penyelesaian di Mei 2024.
Pengerjaan proyek Smelter AMMN tidak hanya difokuskan di lokasi proyek, pembuatan dan perakitan mesin-mesinnya langsung dikerjakan di negara asal, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Finlandia dan Australia. Mesin-mesin itu dirakit di negara asal, setelah itu kembali diurai untuk dikirim ke lokasi proyek. "Di sini mesin-mesin itu kembali dirakit, sehingga bisa lebih singkat waktu pengerjaannya," kata Fatih.
Dia menerangkan bahwa proyek smelter AMMN yang dibangun berkapasitas 900 ribu ton konsentrat tembaga per tahun. Proyek yang dikembangkan dengan bahan baku 900 ribu ton konsentrat tembaga akan menghasilkan 220 ribu ton per tahun katoda tembaga dengan kemurnian 99,99% serta dari pemurnian logam (MPR) Anoda menghasilkan 18 ton emas, 55 ton perak dan sisanya 77 ton selenium.
Fatih Wirfiyata, Manager of Process and Technology - Smelter Project PT Amman Mineral Industri menjelaskan tahapan pembangunan smelter.
"Smelter ini didesain dengan kapasitas 900 ribu ton konsentrat tembaga yang akan menghasilkan 220 ribu katoda tembaga dalam bentuk lempengan, dan dari proses PMR menghasilkan 18 ton emas, 55 ton perak dan 77 ton selenium," jelasnya.
Terkait kesiapan tenaga kerja yang akan terjun langsung di proyek Smelter AMMN, Kartika Octaviana memperkirakan untuk tahap awal akan mempekerjakan sekitar 1.200 tenaga kerja. "Saat ini kita mulai menerima fresh greduate yang kita kirim ke sejumlah smelter di luar negeri untuk training, sehingga saat mulai beroperasi tahun depan sudah siap bekerja," katanya.
AMMN sebagai perusahaan tambang cukup ekspansif dalam mengembangkan bisnisnya. Dirut AMMN, Alexander Ramlie dalam perbincangan dengan media mengungkapkan pihaknya mengalokasikan belanja modal sebesar USD 3,4 miliar (sekitar Rp 55,33 triliun, kurs Rp 15.900 per USD) hingga 2025, termasuk pembangunan smelter dan PMR.
Rincian belanja modal meliputi pembiayaan untuk membangun smelter tembaga dan pemurnian logam mulia (precious metals refinery/PMR) sebesar USD 1,06 miliar, ekspansi pabrik pemrosesan bijih (processing plant) USD 1,54 miliar, pembangkit listrik siklus gabungan (CCPP) dan fasilitas LNG USD 667 juta, ekspansi townsite USD 150 juta, dan perawatan peralatan tambang sebesar USD 615 juta.
"Ekspansi ini kami lakukan agar kami bisa memenuhi operasional smelter dengan baik, serta mengembangkan blok Elang yang baru mulai dilakukan" ujar Alexander Ramlie kepada media saat Media Site Visit di Tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat.
Saat ini produksi tambang AMMN berasal dari fase 7 di Batu Hijau yang akan selesai pada Mei 2024 untuk kemudian dilanjutkan ke fase 8. Blok Elang sendiri disebut AMMN sebagai tambang masa depan setelah Batu Hijau.
Elang merupakan salah satu deposit tembaga dan emas porfiri terbesar di dunia. Studi kelayakan definitif tambang Elang sedang berlangsung dan akan menjadi area tabang AMMN lanjutan dimasa depan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
