Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Februari 2021 | 23.38 WIB

Industri Pulp dan Kertas Indonesia Punya Daya Saing Kuat di Dunia

Ilustrasi industri pulp and paper (Pixabay) - Image

Ilustrasi industri pulp and paper (Pixabay)

JawaPos.com - Pulp dan kertas menjadi salah satu industri skala besar yang menggunakan lahan luas, bahan baku kayu, serta jam produksi pabrik yang tiada henti. Tentu saja hal itu menimbulkan berbagai persoalan terkait lingkungan, kebakaran hutan dan lahan.

Plt Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian Edy Sutopo mengungkapkan, industri Pulp dan kertas Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Saat ini Industri Pulp menempati peringkat 8 dunia dan industri kertas peringkat 6 dunia.

Keunggulan daya saing ini karena salah satunya Indonesia memiliki potensi bahan baku Pulp dan Kertas yang cukup besar dari HTI. Bahkan, Indonesia memiliki potensi hutan ketiga terbesar di dunia setelah Brasil dan Zaire dalam bidang luas area dan potensi produksi hasil hutan.

“Dengan iklim tropis, produksi kayu tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan hutan di negara pesaing yang beriklim sub tropis. Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam hal produktivitas bahan baku,” ujarnya dalam acara webinar, Kamis (18/2).

Edy memaparkan, perkembangan permintaan global akan produk industri pulp dan kertas, baik di dalam negeri maupun ekspor masih menjanjikan, diantaranya, produk kertas tissue, kertas kemasan dan sebagainya. Dengan tren transaksi e-commerce yang semakin meningkat mendorong kebutuhan kertas untuk kemasan kertas dan karton akan tumbuh.

“Selain potensi dari kebutuhan kertas, industri pulp juga saat ini sudah berkembang untuk produk hilir lainnya yaitu produk dissolving pulp sebagai bahan baku rayon untuk industri TPT (Tekstil dan Produk Tekstil),” jelasnya.

Disisi lain, Edy juga mengungkapkan, industri pulp dan kertas memiliki keinginan untuk menerapkan proses produksi yang berkelanjutan. Menurutnya, upaya tersebut masih terus dikembangkan demi menyelesaikan tantangan di sektor industri pulp dan kertas. Mekipun, seluruh industri berkomitmen untuk pelestarian lingkungan.

“Kita sudah komit dengan hal tersebut, saya kira semua industri komit dengan isu lingkungan ini karena memang kalau kita lihat secara hukum, industri di Indonesia dikembangkan dengan prinsip green consumerism,” tuturnya.

Green consumers sendiri adalah para konsumen yang lebih memilih produk tak membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Jadi produk ramah lingkungan mulai lebih banyak dipilih oleh konsumen.

Salah satunya, Kalimantan saat ini merupakan daerah dengan hutan terluas di Indonesia yang menghasilkan banyak pulp dan kertas. Namun tetap perlu dilakukan penanganan yang tepat agar kondisi hutan tetap terjaga.

“Sehingga ini berpengaruh pada industri pulp dan kertas, bila tidak melakukan komitmen menjaga lingkungan dan keamanan pada konsumen,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=SQpM-kC6P0s

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore