JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan barang-barang impor ilegal sitaan negara merupakan hasil operasi bersama yang dilakukan tiga instansi, yakni Bea Cukai, Ditjen PKTN Kemendag, dan Bareskrim Polri. Operasi bersama tersebut telah dilakukan pada 10 sampai dengan 15 Oktober 2023 di wilayah Provinsi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.
Hal ini disampaikan Menkeu saat menghadiri pemusnahan barang ilegal sebagai tindak lanjut operasi bersama ketiga instansi di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Bea Cukai Cikarang, pada Kamis (26/10). Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan operasi bersama dan pemusnahan pakaian bekas ilegal tersebut menjadi perwujudan fungsi Bea Cukai sebagai community protector.
"Kementerian Keuangan, dalam hal ini Bea Cukai, menjaga dan mengawasi perbatasan Indonesia dari masuknya barang-barang yang dilarang dan dapat membahayakan masyarakat. Kami pun menjalin sinergi dan koordinasi dengan kementerian/lembaga dan aparat penenegak hukum lain untuk mendukung penegakan law enforcement," kata Menkeu dalam konferensi pers di Cikarang.
Menkeu merinci, sejumlah barang impor ilegal sitaan negara dari Bea Cukai berasal dari penindakan Bea Cukai Tanjung Priok terhadap 2.401 bale pakaian bekas ilegal senilai Rp 12,005 miliar. Kedua, penindakan Bea Cukai Cikarang terhadap produk tekstil berupa 51.530 karpet atau sajadah senilai Rp 1,805 miliar yang akan dihibahkan kepada Pemda Bekasi.
"Ketiga, operasi mandiri Ditjen PKTN yang menghasilkan barang bukti berupa produk baja, pipa, komoditi wajib SNI, produk kehutanan, elektronik, kosmetik, makanan dan minuman, alat ukur, dan TPT," jelasnya.
Bendahara negara ini menegaskan bahwa permasalahan importasi ilegal bukan hanya menjadi tanggung jawab satu intansi pemerintah. Namun, diperlukan sinergi dan koordinasi antarinstansi utuk menyelesaikan permasalahan tersebut dari hulu ke hilir.
Menurutnya, pengawasan harus senantiasa diperkuat agar tidak ada lagi komoditas impor ilegal yang mengganggu pengembangan industri dalam negeri, UMKM, serta ekonomi Indonesia. "Saya mengapresiasi seluruh jajaran Bea Cukai, Ditjen PKTN Kemendag, dan Bareskrim Polri yang secara konsisten dan berkesinambungan terus berupaya menjawab tantangan dalam melindungi dan memperkuat ekonomi Indonesia," pungkas Menkeu.