Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 04.10 WIB

Inflasi September 2023 sebesar 2,28 Persen Gara-gara Beras hingga BBM Nonsubsidi

ILUSTRASI. Suasana penjualan beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. - Image

ILUSTRASI. Suasana penjualan beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta.

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2023 sebesar 2,28 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sedangkan secara bulanan atau month-to-month (mtm) inflasi tercatat sebesar 0,19 persen.
 
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara bulanan juga terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 115,22 pada Agustus 2023 menjadi 115,44 pada September 2023.
 
"Tingkat inflasi month-to-month September 2023 sebesar 0,19 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) September 2023 sebesar 1,63 persen," kata Amalia dalam konferensi pers dipantau secara daring, Senin (2/10).
 
Dia menjelaskan, inflasi secara tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Mulai dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,17 persen.
 
Lalu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,98 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,26 persen. Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,97 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,14 persen; kelompok transportasi sebesar 0,99 persen.
 
Kemudian, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,58 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,08 persen.
 
"Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,40 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,68 persen," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Amalia merinci, bahwa komoditas penyumbang inflasi terbesar secara bulanan adalah beras dengan andil 0,18 persen. Kemudian bensin dengan andil 0,6 persen, hal itu sejalan dengan adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
 
Ketiga, beberapa komoditas dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen seperti tarif pulsa ponsel, biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi, rokok kretek filter, dan daging sapi. Adapun komoditas yang tercatat memberikan andil deflasi seperti telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, dan cabai merah.
 
"Berdasarkan wilayahnya, inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 5,26 persen dengan IHK sebesar 119,96 dan terendah terjadi di Manado dan Gorontalo masing-masing sebesar 1,16 persen dengan IHK masing-masing sebesar 113,96 dan 113,23," tandasnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore