Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2020 | 22.57 WIB

Dorong Perekonomian Bergerak, ACT Gagas Wakaf Modal Usaha Mikro

Pekerja saat menyiapkan bahan baku keripik seingkong di sentra Kripik Keripik Singkong Maharani, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah turut menyiapkan anggaran dari APBD untuk memberikan bantu - Image

Pekerja saat menyiapkan bahan baku keripik seingkong di sentra Kripik Keripik Singkong Maharani, Tajur Halang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/7/2020). Presiden Joko Widodo meminta para kepala daerah turut menyiapkan anggaran dari APBD untuk memberikan bantu

JawaPos.com - Global Wakaf - Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah merilis program Wakaf Modal Usaha Mikro. Di mana program ini adalah pemberian atau pinjaman modal kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin menyampaikan, dengan adanya modal tersebut, diharapkan perekonomian di Indonesia mulai bergerak. Pasalnya, 97 persen penyerapan tenaga kerja berasal dari UMKM.

"Kumpulkanlah wakaf modal sebagai sumber modal umat. Maka hari ini, ayo kita menggalang modal usaha umat untuk usaha umat dengan modelnya wakaf," terang dia dalam peluncuran program tersebut di Menara 165, Jakarta, Rabu (19/8).

Ia juga menyampaikan, pinjaman ini tidak akan dikenakan bunga sepeser pun. Jangka waktu pengembaliannya pun sesuai dengan kesepakatan, yakni bisa 6 bulan ataupun 1 tahun.

"Kita kini punya Wakaf Modal Usaha Mikro, yg dikembalikan itu pokoknya, ngga ada bagi untung atau bayar bunga. Kita harap ada pahlawan baru, dengan modal wakaf ini bisa juga berinfak atau bersedekah," tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Presiden ACT Ibnu Khajar berkata, wakaf di sini berperan dalam perbaikan kondisi sosial ekonomi umat yang tengah terpuruk, beberapa di antaranya sektor UMKM dan pertanian.

Fakta di lapangan mengatakan bagaimana pelaku usaha mikro dan ultra mikro berjuang penuh mempertahankan usaha mereka di tengah pandemi. Banyak juga di antara mereka yang harus gulung tikar akibat rendahnya daya beli masyarakat.

"Padahal UMKM dinilai sebagai salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Belum lagi petani-petani kita, sebagai produsen pangan, ikut terpuruk akibat terbatasnya modal untuk produksi hasil pertanian di saat masyarakat butuh bahan pangan. Inilah yang mendorong kami bersama Global Wakaf untuk menginisiasi program Wakaf Modal Usaha Mikro,” jelas Ibnu.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore