JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) secara resmi mengumumkan uji coba QRIS di Singapura telah dimulai hari ini, Kamis (17/8). Bertepatan dengan HUT ke-78 RI, uji coba ini dilakukan sebagai bentuk hadiah BI untuk tanah air.
Gubernur BI Perry Warjiyo juga mengatakan dimulainya uji coba interkoneksi pembayaran antara Indonesia dengan Singapura menggunakan QR Code merupakan tindak lanjut dari kerja sama pembayaran berbasis kode QR antarnegara. Dalam hal ini, antara Bank Indonesia dan Monetary Authority of Singapore yang telah diinisiasi pada tahun lalu.
"Konektivitas pembayaran dengan QR Code antara Indonesia dan Singapura akan dapat memfasilitasi perdagangan antarnegara secara lebih efisien, khususnya bagi UMKM," kata Perry Warjiyo dalam acara peresmian uji coba QRIS antarnegara di Kantor BI Pusat, Jakarta, Kamis (17/8).
Tak hanya itu, Perry juga mengatakan, uji coba QRIS di Singapura juga dilakukan untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Dalam uji coba ini, BI tidak sendiri melainkan juga melibatkan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Network for Electronic Transfers – Singapore (NETS), dan perwakilan penyelenggara jasa sistem pembayaran.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk Pemerintah baik di pusat dan daerah. Kemudian, pelaku industri dan masyarakat dalam rangka memperluas akseptasi QRIS dengan didukung pengembangan inovasi fitur dan perluasan kerja sama baik di dalam negeri maupun lintas negara.
Untuk diketahui, bersamaan dengan peluncuran uji coba QRIS antarnegara, BI juga melakukan peluncuran QRIS Tuntas. Sebuah fitur anyar dari QRIS yang bisa digunakan tak hanya untuk pembayaran.
Melainkan juga, QRIS yang bisa digunakan untuk transfer, tarik dan setor tunai. Dengan biaya yang diklaim BI lebih murah, kehadiran QRIS tuntas diharapkan bisa mendukung inklusifitas keuangan di tanah air.
"Implementasi QRIS TUNTAS akan didukung dengan skema harga yang efisien dibandingkan biaya yang dikenakan untuk layanan serupa oleh industri saat ini," tutur Perry.
Lebih jauh, QRIS Tuntas mampu mendorong inklusi melalui perluasan akses pembayaran digital kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat kecil, dengan jangkauan ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah pelosok atau wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
"QRIS Tuntas juga diarahkan untuk mendukung stabilitas sistem pembayaran melalui interkoneksi dan interoperabilitas antar penyelenggara dan sumber dana, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui skema harga yang efisien dengan tetap memastikan keberlangsungan layanan oleh industri," tandasnya.