Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2020 | 01.00 WIB

Disrupsi Teknologi, Erick Sedih Telkom Lamban Kembangkan Big Data

Menteri BUMN Erick Tohir  saat Rapat Kerja (Raker) Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Raker Panja Jiwasraya membahas penyelesaian sengkarut PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Foto: Dery Ridwansah/ JawaP - Image

Menteri BUMN Erick Tohir saat Rapat Kerja (Raker) Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Raker Panja Jiwasraya membahas penyelesaian sengkarut PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Foto: Dery Ridwansah/ JawaP

JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta para perusahaan pelat merah turut bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi. Sebab jika tidak, maka mereka akan tertinggal dari perusahaan lain di bisnis serupa.

Erick mencontohkan, perusahaan telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom sebaiknya harus memiliki bisnis big data. Menurut Erick, sebagai perusahaan penyedia layanan teknologi, Telkom perlu mengembangkan lini bisnis ini.

"Kita mau ke depan yang namanya Telkom berubah, ke arah salah satunya ke data, big data, cloud. Masa cloud-nya dipegang ahli cloud. Data base sedemikian besar masa data base kita diambil negara lain," ujarnya di Menara Mandiri Jakarta, Rabu (12/2).

Dia pun menilai, Telkom lamban mengembangkan bisnis pada era teknologi saat ini. Hal itu diketahui karena 70 persen bisnis Telkom masih bergerak di layanan atau operator telekomunikasi.

"Saya juga enak jadi Telkom. Dividen, revenue Telkomsel digabung ke Telkom hampir 70 persen. Mendingan enggak ada Telkom, langsung aja dimiliki oleh Kementerian BUMN, dividennya jelas," tuturnya.

Saran Erick diberikan tak hanya untuk Telkom. Dia mengingatkan pada seluruh perusahaan BUMN untuk berkembang di tengah disrupsi teknologi.

"Ini era disrupsi, era teknologi. Ini suatu hal yang tidak bisa terhindarkan. Jadi, kalau direksi BUMN atau teman-teman yang ada di BUMN sudah anti-perubahan, tidak melihat teknologi ini sebagai komponen penting berusaha, kita akan berat," tegasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore