
Ilustrasi hanggar perawatan pesawat terbang.
JawaPos.com - Perusahaan perawatan pesawat, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatat penurunan keuntungan dengan membukukan laba bersih periode berjalan sebesar USD 26,97 juta sepanjang kuartal III tahun ini. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 29,3 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar USD 38,15 juta.
Direktur Utama Garuda Maintenance Facility Aero Asia, Iwan Joeniarto menjelaskan, penurunan laba bersih tersebut merupakan imbas dari kerugian kurs.
Namun demikian, pendapatan usaha GMFI di kuartal tiga 2018 sebesar USD 334,7 juta. Angka tersebut meningkat 7,8 persen secara yoy. Pendapatan ini didukung oleh sektor Repair & Overhaul yang meningkat 14,1 persen di mana pergeseran konsentrasi bisnis sudah mulai dilakukan oleh GMFI.
Menurutnya, selama sembilan bulan tahun ini, jumlah pengerjaan perawatan msin pesawat meningkat signifikan sebesar 24 persen menjadi 102 pengerjaan.
“Perubahan fokus bisnis ini memiliki pengaruh pada posisi margin usaha yang berbanding lurus terhadap laba bersih,” ujarnya seperti dikutip Jumat (2/11).
Berdasarkan laporan keuangannya, perseroan membukukan beban usaha sebesar USD295,68 juta hingga kuartal III-2018, meningkat 15,81 persen secara yoy. Kerugian kurs perseroan mencapai USD1,73 juta.
Manajemen mencatat GMFI mencapai hasil maksimal dalam sisi operasional dengan turn around time yang dihasilkan GMF mencapai 100 persen. Pemenuhan Service Level terhadap pelanggan mencapai angka hampir sempurna 99,6 persen dan jumlah events perawatan meningkat 18 persen yoy.
Di sisi lain, GMFI berhasil meningkatkan pendapatan dari non group afiliasi dengan rasio 43,3 persen berbanding 56,7 persen dibandingkan dengan rasio pada periode sama tahun sebelumnya yaitu 34,7 persen dan 65,3 persen.
“GMFI berupaya mengembangkan usaha untuk menghadapi tantangan pasar. Inisiatif yang disusun perseroan sejak awal tahun dinilai memberikan dampak positif,” tuturnya.
Pada kuartal III-2018, perseroan menandatangani kerja sama kemitraan Strategis dengan raksasa MRO dari Eropa, Air France Industri KLM E&M. Kerja sama strategis ini meliputi pengembangan kapabilitas dan kapasitas, juga peningkatan serapan pasar di kawasan Asia.
Selain program kemitraan, GMFI juga meresmikan fasilitas perawatan Landing Gear yang juga merupakan inisiatif strategis. Bisnis perawatan mesin pesawat juga tak ketinggalan. Perseroan mencanangkan program perawatan ‘Engine Total Solutions’ untuk meningkatkan serapan pekerjaan perawatan mesin pesawat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
