Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Desember 2019 | 01.15 WIB

GAMMA Minta Pemerintah Dukung Pengembangan Industri Logam Dalam Negeri

Ketua Bidang Peningkatan Korporasi dan Kerjasama GAMMA, Djoko Wiyono (tengah) dalam acara Manufacturing Indonesia 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/12). (Saifan Zaking/JawaPos.com) - Image

Ketua Bidang Peningkatan Korporasi dan Kerjasama GAMMA, Djoko Wiyono (tengah) dalam acara Manufacturing Indonesia 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/12). (Saifan Zaking/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA) berharap pemerintah lebih memperhatikan kelangsungan bisnis anggotanya sehingga bisa bersaing dengan industri sejenis dari luar negeri.

Djoko Wiyono, Bidang Peningkatan Korporasi dan Kerjasama GAMMA mengatakan butuh waktu untuk memajukan industri logam dan mesin di dalam negeri. karena permasalahan belum efisiennya industri logam.

"Volume produksi Tiongkok sangat besar sehingga bisa lebih murah. Volume kita belum sebesar Tiongkok. Itu hambatan dalam negeri yg kita hadapi," ujar Djoko di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/12).

Ia mengungkapkan bahwa perusahaan industri pengecoran logam di Tiongkok berencana melakukan investasi ke Indonesia. Akan tetapi, hal tersebut tidak disetujui oleh asosiasi logam di Indonesia.

"Ada tawaran dari asosiasi industri pengecoran logam Tiongkok yang mau masuk ke sini, tapi anggota asosiasi tidak menginginkan dalam waktu dekat mereka investasi," ucap Djoko.

Salah satu alasannya adalah karena masih belum berkembangnya industri tersebut di dalam negeri. Hal itu di karenakan kurangnya dukungan pemerintah dalam memajukan industri logam.

"Kalah bersaing dengan program Tiongkok, industri pengecoran logam mereka itu rata-rata milik pemerintah, itu di support 100 persen dari pemerintah Tiongkok," kata dia.

Mulai dari promosi hingga pengadaan bahan baku. Kurangnya perhatian itu pun membuat perbandingan volume produksi antara Indonesia dan Tiongkok berbeda.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa Asosiasi Pengerjaan Logam dan Permesinan (ASPEP) pun mengalami kendala dari negara tirai bambu tersebut, yakni terkait harga.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore