
Pemandangan indah symphony of lights yang bisa dilihat dari avenue of the stars, Hongkong. (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)
Angka kunjungan wisatawan Indonesia ke Hongkong terus meningkat. Bukan sekadar untuk berbelanja, tujuan mereka mulai bergeser menjadi rekreasi dalam arti sesungguhnya. Hongkong pun kini menggarap wisata halal. Berikut laporan wartawan Jawa Pos Indria Pramuhapsari yang baru kembali dari bekas koloni Inggris tersebut.
--
''KAMI mulai memberikan pemahaman kepada para pelaku industri wisata di Hongkong tentang konsep halal,'' kata Martin Gwee Yu Hui, marketing manager Hong Kong Tourism Board (HKTB), saat dijumpai di Ocean Park Marriott Hotel pada Jumat (10/5). Halal, menurut dia, tidak hanya berhenti pada menu makanan, tetapi juga soal pemahaman. ''Saya pernah bilang kepada pemilik resto agar tidak memamerkan daging babi secara vulgar. Di sini biasanya daging babi digantung di dapur terbuka yang letaknya di pintu masuk resto,'' jelas Martin.
''Pameran'' daging babi itu memang bisa menaikkan pamor resto di mata para wisatawan asal Tiongkok (mainland). Namun, pajangan tersebut berfungsi sebaliknya bagi turis asal Indonesia atau negara muslim lain. ''Itu justru seperti mengusir mereka kan,'' ujar Martin.
Karena itulah, untuk menaikkan omzet, para pemilik resto diajak memahami konsep halal. Terutama mereka yang restonya terletak di area favorit turis. Misalnya, Wan Chai, Mongkok, Kowloon, atau Victoria Harbour. ''Tidak ada gunanya mengatakan bahwa resto mereka menyediakan masakan halal jika babi-babi itu masih menghiasi kaca displai,'' tegas lelaki yang lebih sering berkantor di HKTB Singapura tersebut.
Martin memang bertanggung jawab atas kawasan Asia Tenggara. Karena itu, dia sangat peduli pada kebutuhan turis muslim. Apalagi, dua bulan terakhir arus wisatawan dari Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya mengalir deras. Kini, menurut Martin, sebagian besar wisatawan Indonesia tidak lagi datang dan meninggalkan Hongkong pada hari yang sama. Mereka rata-rata menginap.
Data statistik HKTB Research yang diperoleh dari Badan Imigrasi Hongkong menunjukkan, kunjungan turis Indonesia naik 17,1 persen sampai Maret lalu jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebagian besar turis Indonesia datang dari Jakarta. Sebab, lebih banyak penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta ke Hong Kong International Airport. Dari Bandara Juanda, setiap hari hanya ada sekali penerbangan langsung ke Hongkong.
Sampai Maret, pertumbuhan jumlah wisatawan Indonesia ke Hongkong mencatatkan angka tertinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain dalam kategori short-haul countries. Yakni, negara-negara pemasok turis ke Hongkong yang jaraknya berdasar durasi penerbangan tidak lama. Baik dari Soekarno-Hatta maupun Juanda, penerbangan ke Hongkong memakan waktu sekitar 4,5 jam. ''Jumlah turis Indonesia naik 17,1 persen. Disusul Singapura dan Korea Selatan (Korsel) masing-masing 9,3 persen dan 7 persen,'' terang Martin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
