
Rachmat Gobel (dua kiri) saat menemani Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Pasar Kramat Jati, Selasa (18/8). Foto: Tini/Manado Post/JawaPos.com
JawaPos.com MANTAN Menteri Perdagangan Rachmat Gobel begitu dekat dengan kaum pedagang.
Walau tak lagi menjabat sebagai menteri, tapi generasi kedua Panasonic Gobel ini masih peduli dengan para pedagang.
Seperti Selasa (18/8), kemarin bos Panasonic Nasional Gobel ini rela berbaur dengan para pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ia tak peduli aroma pasar yang baunya kurang mengenakan. Pria kelahiran September 1962 ini terlihat akrab dengan para pedagang pasar induk ini.
Sambil menemani Menteri Perdagangan Thomas Lembong, alumnus Chuo University - Jepang yang mengenakan batik lengan pendek ini menyapa para pedagang.
“Bagaimana bu dagangannya? Moga lancar – lancar bu,” tanya mantan Ketua DPP Kadin ini sambil menyapa beberapa pedagang sekitarnya.
Kedatangan pria bertubuh bulat ini cukup mengejutkan bagi sebagian pedagang yang sudah mengetahui menter perdagangan sudah berganti. Suami Retno damayanti ini pun tetap santai walau bukan lagi orang nomor satu di Kementerian Perdagangan.
Pria kulit sawo matang ini, mengaku tak persoalkan dirinya bukan lagi pejabat. Ayah dua anak ini mengaku akan terus membantu Thomas Lembong untuk mendukung program Presiden Jokowi.
Salah satu yang akan digalakkan adalah membantu proses ekspor. "Saya akan terus mendukung program dan kebijakan yang sudah berjalan. semoga semuanya lancar," ucap Gobel sambil melemparkan senyum hangat ke arah Lembong.
Gobel berjanji dengan pengalaman bisnis serta jaringan yang sudah terbangun seperti berbagai asosiasi pengusaha,ia akan terus membantu menggairahkan pasar ekspor indonesia. Sambil berharap tahun depan situasi perekonomian di indonesia akan kembali stabil.
"Mudah-mudahan kondisi ekonomi indonesia akan kembali stabil dan dapat dicarikan solusinya," ujar pria sembari tersenyum.
Memang sejak kecil Rahmat telah dibentuk jiwa bisnis. Sang ayah Alm Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel sering ajak Gobel yunior ke pabrik. Lama kelamaan Rachmat faham dengan seluk beluk dunia usaha.
Selepas SMA tahun 1981 di SMA di Jakarta ia studi ke Jepang. Tepatnya di Chuo University - Jepang. Mungkin sudah jodoh, tujuan hanya sekadar belajar, tapi ternyata di sanalah awal bisnis Gobel jadi besar setelah digandeng Panasonic Group.
Setelah balik ke Indonesia Rachmat dan meneruskan bisnis orang tuanya sampai sekarang.(tini pangurian/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
