
ILUSTRASI: PT Garuda Indonesia akhirnya angkat bicara terkait ditutupnya rute Jakarta-Silangit mulai Minggu (13/1).
JawaPos.com - PT Garuda Indonesia akhirnya angkat bicara terkait ditutupnya rute Jakarta-Silangit (Pulang-Pergi) mulai Minggu (13/1). Perusahaan pelat merah itu beralasan jika ada hitungan bisnis di kawasan Danau Toba sehingga Garuda tak lagi mendarat di Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan, sebenarnya Garuda tetap membuka rute Jakarta-Silangit. Namun bukan Garuda secara langsung, melainkan grup perusahaannya. "Citilink dan Sriwijaya tetap melayani penerbangan ke sana. Kita mainnya di Garuda Group," kata Ikhsan, Minggu (13/1) petang.
Garuda sudah menghitung berapa permintaan layanan terbang ke Bandara di kawasan Danau Toba itu. Sehingga pihaknya sudah punya hitungan tersendiri dari sisi bisnis.
"Jadi sudah kita petakan demand (permintaanya). Makanya Garuda tidak perlu ke sana lagi. Karena kita ada grup yang juga terbang ke sana," ungkapnya.
Alasan ini juga membantah wacana yang sempat beredar, jika penutupan rute karena penurunan penumpang. Menyusul Malindo Air yang sudah lebih dulu menutup rute ke Silangit. "Dari demand-nya masih fluktuatif. Intinya kita masih melayani penerbangan ke sana," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, kabar soal penutupan rute Jakarta-Silangit juga dibenarkan oleh otoritas Angkasa Pura II. Mereka juga membantah jika penutupan karena ada penurunan jumlah penumpang.
Justru dalam catatan Bandara Silangit, ada peningkatan jumlah penumpang yang keluar masuk dari Bandara Silangit. Angkanya juga cukup signifikan, mencapai 50 persen dari 2017 lalu.
Hingga saat ini, ada sejumlah maskapai yang melayani penerbangan domestik. Antara lain, Sriwijaya Air, Citilink, Batik Air dan Wings. Sedangkan untuk luar negeri, cuma dilayani oleh Air Asia.
Silangit memang menjadi salah satu pintu masuk ke Kawasan Danau Toba. Pemerintah juga sedang menggenjot pembangunan Bandara Sibisa di Toba Samosir.
Kedua bandara ini jika rampung akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau terbesar di Asia Tenggara tersebut. Baik turis domestik atau pun mancanegara.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
