Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2023 | 06.14 WIB

Waskita Beton Mulai Mitigas Risiko Gagal Bayar Kewajiban

 

Photo

 
JawaPos.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berkomitmen untuk terus memperkuat manajemen risiko keuangan. Hal ini dilakukan guna memitigasi timbulnya risiko keuangan yang dapat mengancam kegiatan usaha WSBP, khususnya risiko gagal bayar kewajiban kepada para kreditur dan vendor.
 
Vice President of Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto menegaskan bahwa manajemen WSBP telah mengimplementasikan strategi untuk memitigasi timbulnya risiko gagal bayar.
 
“Manajemen berkomitmen untuk memastikan pemenuhan hak-hak para kreditur dan vendor melalui penyempurnaan proses bisnis dan penguatan tata kelola serta manajemen risiko,” kata Fandy dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (16/7).
 
Ada 4 strategi yang diimplementasikan WSBP untuk mencegah gagal bayar ke kreditur dan vendor, yakni meningkatkan pangsa pasar proyek non Waskita Group; Selektif dalam mengambil kontrak kerja atau pesanan baru; Membentuk komite manajemen risiko; dan Meningkatkan efisiensi pada proses produksi.
 
 
Lebih lanjut, Fandy mengatakan WSBP akan terus memperkuat jaringan pemasaran untuk meningkatkan pangsa pasar proyek non Waskita Group seperti proyek yang berasal dari Pemerintah, BUMN, dan Swasta. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi ketergantungan WSBP pada satu sumber pendapatan saja. 
 
Implementasi dari strategi tersebut dapat terlihat pada capaian kontrak baru WSBP per bulan Mei 2023 dimana sekitar 66 persen kontrak baru diperoleh WSBP telah berasal dari proyek Non Waskita Group.
 
 
Selain diversifikasi portofolio pelanggan, WSBP juga sangat selektif dalam mengambil pesanan atau 
mengikuti proyek baru. Manajemen WSBP melakukan due diligence yang komprehensif mengenai 
kemampuan finansial calon pelanggan.
 
Langkah ini diambil dalam rangka memitigasi timbulnya risiko gagal bayar dari pelanggan kepada WSBP sehingga berdampak pada kondisi keuangan perusahaan.
 
“WSBP berupaya meminimalisir piutang tak tertagih dari pelanggan,” jelas Fandy.
 
“Oleh sebab itu, kini kami meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan proyek baru, kami analisa kelayakan proyek dan kemampuan bayar dari calon pelanggan,” tambahnya.
 
Dalam rangka melakukan analisa, WSBP telah membentuk Komite Tata Kelola dan Manajemen 
Risiko atau Komite TKMR. Komite tersebut beranggotakan personil dari berbagai bidang seperti 
teknis operasional, keuangan, K3LMP, hingga bidang hukum.
 
Komite TKMR bertugas untuk melakukan analisa atas kelayakan proyek atau pesanan baru serta memformulasikan langkah-langkah mitigasi atas risiko yang mungkin timbul dalam pengerjaan 
pesanan.
 
“Proyek atau pesanan baru WSBP terlebih dahulu ditelaah secara mendalam oleh anggota Komite, 
dengan tanpa mengurangi agilitas WSBP dalam menangkap peluang pasar,” tandas Fandy.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore