Ilustrasi proyek konstruksi yang digarap BUMN PT Waskita Karya
JawaPos.com - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengapresiasi ketegasan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir yang tetap konsisten untuk tidak memberikan toleransi bagi tindakan merugikan keuangan BUMN.
Hal itu tercermin dari dukungan penuh Erick atas proses hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Waskita Karya (persero) Tbk Destiawan Soewardjono.
“Salah satu tindakan konsisten untuk memajukan usaha milik negara ya membersihkan perusahaan-perusahaan itu dari pejabat-pejabat yang nakal yang suka menggunakan jabatannya untuk kepentingannya sendiri,” ujar Fickar, Minggu (30/4/2023).
Dikatakan Fickar, sejak awal menjabat posisi menteri, Erick telah menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki kondisi BUMN agar lebih sehat, transparan dan profesional.
Sebagai instrumen pendukungnya, Erick Thohir kemudian menggandeng aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, KPK dan Polri dalam upaya bersih-bersih di lingkungan BUMN agar memberikan efek jera bagi oknum yang bermain-main dengan anggaran.
“Saya kira apa yang diterapkan oleh Erick, saya kira ini langkah bagus ya dalam rangka menyehatkan BUMN. Karena kalau para pejabatnya itu mikirnya begini (korupsi), ini kan perusahaan nggak ada pemiliknya, pemegang sahamnya negara. Artinya kalau dengan sistem yang 'tahu sama tahu', aman mereka,” paparnya.
Fickar menilai, Jokowi tepat memilih Erick Thohir sebagai orang yang dipercaya mengurusi perusahaan negara. Sebab, dengan pengalaman panjang sebagai pengusaha, Erick mengetahui celah yang bisa dimanfaatkan oleh oknum untuk mengeruk kepentingan pribadi.
“Karena itu menurut saya sangat tepat mendudukkan orang bisnis atau seorang pengusaha di Kementerian BUMN sehingga dia ngerti, ngerti kelakuan BUMN-BUMN ini sebenarnya keuntungan untuk negara atau justru digunakan untuk pribadi-pribadinya,” urainya.
“Nah saya kira itu kelebihannya Erick ditaruh di Kementerian BUMN itu, karena dia sendiri orang yang berpengalaman di bidang bisnis,” imbuhnya.
Lanjut Fickar, Erick Thohir juga memiliki skill manajerial yang bagus ditambah dengan pengalamannya di dunia bisnis. Sehingga memiliki kemampuan dalam mengelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.
“Saya kira sudah jelas kegiatan bisnis itu ada kerangkanya, ada skenarionya, mereka yang menggunakan uang perusahaan yang tidak sesuai dengan pakem-pakem atau skenario yang memang untuk curang ya akan ketahuan,” ucapnya.
“Apalagi Erick ini juga kan orang bisnis juga dia mengerti mana pengeluaran untuk bisnis, mana pengeluaran yang memang bersifat pribadi, Erick pasti mengerti itu karena dia orang bisnis juga, dia ngerti,” tukas Fickar.
Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan mendukung dan menghormati proses hukum yang sedang dijalankan Kejagung terhadap anak buahnya yang tersandung masalah korupsi.
"Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang berlaku," ujar Erick dalam keterangan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
