POTENSI TURIS TIMUR TENGAH: Penanganan logistik setelah pendaratan pesawat A380 Emirates di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kamis (1/6).
JawaPos.com – Tukang parkir pesawat atau biasa disebut sebagai marshaller tidak sama seperti tukang parkir pada umumnya. Pasalnya profesi ini memerlukan keahlian khusus untuk mengatur lalu lintas pesawat yang ada di bandara.
Marshaller bisa dikatakan salah satu pekerjaan yang kurang populer dibandingkan dengan pekerjaan lainnya seperti pilot dan pramugari. Padahal, profesi ini cukup penting di dunia penerbangan dan bandara.
Dilansir dari laman Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto, Selasa (11/7), tukang parkir pesawat atau marshaller akan dilatih untuk mengarahkan pesawat dengan cara visual pada saat di darat seperti masuk landasan, keluar dari titik pendaratan, hingga masuk tempat parkir (apron).
Dalam menjalankan tugasnya, juru parkir itu akan berkomunikasi dengan pihak bandara dan pilot. Hal ini dilakukan agar pesawat bisa diarahkan berada pada posisi yang tepat. Oleh karena itu, peran marshaller sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Tugas dan Tanggung Jawab Tukang Parkir Pesawat
Tugas dan tanggung jawab seorang marshaller memang tidak banyak, namun memerlukan konsentrasi. Tugas utamanya adalah mengarahkan pesawat dengan tepat pada tempat parkir yang telah ditentukan.
Dia memandu pilot dengan gerakan tubuh dibantu dengan alat lighting atau sejenisnya. Setiap kode gerakan tubuh yang diberikan memiliki arti tersendiri, sehingga pilot dapat mengerti dan menghentikan pesawat pada tempat parkir dengan sempurna.
Syarat Menjadi Tukang Parkir Pesawat
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi apabila ingin menjadi marshaller pesawat. Salah satu syarat pentingnya adalah harus mendapatkan pendidikan dan pelatihan resmi sebagai aircraft marshaller.
Agar dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan tersebut tentunya harus memenuhi persyaratannya terlebih dahulu yaitu usia minimal 18 tahun, minimal lulusan SMA/sederajat, tinggi pria minimal 165 cm, dan perempuan minimal 160 cm, tidak buta warna, serta memiliki tinggi dan berat badan ideal.
Berikut tahapan menjadi juru parkir pesawat profesional
1. Memenuhi persyaratan awal untuk dapat mendaftar pendidikan dan pelatihan.
2. Pilih sekolah marshaller yang ingin dituju.
3. Persiapkan berbagai persyaratan berkas yang telah diinformasikan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
