
Ilustrasi seorang investor ritel tengah mengamati pergerakan harga saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), distributor Coca-Cola di Indonesia melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Senin (10/7). GRPM tercatat sebagai emiten ke-47 yang listing di BEI pada tahun ini.
Distributor yang kini memiliki kantor di 2 pulau besar di Indonesia dan melayani puluhan ribu Outlet Retail, GRPM akan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering dengan melepas 309.000.000 saham. Besaran saham itu setara dengan 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan dengan harga Rp 120 per saham.
Dalam listing ini, perseroan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia selaku Lead Underwriter. Perseroan didirikan pada tahun 2011 dan telah memiliki 7 area cabang, meliputi Cirebon, Indramayu, Tasikmalaya, Rembang, Pekanbaru, Medan Sunggal, Medan Deli dan telah melayani lebih dari 25.000 ritel outlet yang tersebar di seluruh area Jawa dan Sumatra.
“Langkah perusahaan dapat masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola perusahaan untuk lebih baik lagi," kata Direktur Utama Perseroan Agus Susanto dalam sambutannya di BEI Jakarta, Senin (10/7).
Lebih lanjut, Agus menjelaskan selama masa penawaran umum tanggal 4-6 Juli 2023, saham PT Graha Prima Mentari Tbk mendapatkan minat yang cukup positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan.
Selanjutnya Agus menjelaskan dari aksi korporasi ini perseroan menerima dana segar sebesar Rp 37.080.000.000 di mana dana yang diraih perseroan dari IPO ini, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan.
Untuk diketahui, kinerja perusahaan sampai dengan Desember 2022 masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Agus Susanto mengaku optimis dengan prospek bisnis sebagai distributor yang dijalankan perseroan saat ini.
"Hal ini terlihat dari peningkatan sektor industri makanan dan minuman yang ada di Indonesia yang mana setiap tahun mengalami peningkatan, terutama di sector minuman siap minum (ready to drink) dan makanan siap saji," tandas Agus.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
