
PRINSIP UTAMA: Sebagai perbankan syariah, BSI berkomitmen menyediakan produk dan layanan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah. (foto:Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan gabungan tiga bank BUMN Syariah terbesar di Indonesia terus memberi kontribusi dalam pengembangan ekosistem syariah di Indonesia. BSI sebagai bank terbesar yang dikelola berdasarkan prinsip syariah, menjadi pioneer dalam menyediakan produk dan layanan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Di antaranya, melarang riba (bunga), gharar (ketidakpastian), maysir (perjudian), dan praktik-praktik ekonomi terlarang lainnya. BSI menawarkan alternatif produk dan layanan yang sah dan sesuai ajaran Islam, seperti pembiayaan berbasis bagi hasil (profit-sharing), jual beli dengan pembiayaan (murabahah), dan investasi syariah.
Research Stakeholder Manager Bank Syariah Indonesia Yodi Izharvan menjelaskan, ekosistem ekonomi syariah sangat luas, sama seperti ekosistem ekonomi lainnya. Yakni menyangkut sektor rill (indutri halal), sektor keuangan, dan komunitas islam. “Menariknya di sektor keuangan, kita tidak hanya berfokus pada profit (komersial) tetapi juga sosial melalui instrumen zakat infaq, sedekah wakaf (ZISwaf),” tambahnya.
Selain itu, ekosistem syariah di Indonesia juga memiliki potensi yang sangat besar karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. ”Ada komunitas Islam yang menjadi power kita. Indonesia memiliki potensi implementasi ekonomi syariah yang luas melalui keberadaan masjid dan pesantren yang banyak mendorong inklusi keuangan,” tegas Yodi.
Selain ZISWaf, BSI juga masuk pembiayaan ke sekolah islam, pesantren, masjid dan juga tentunya ada pembiayaan haji. Untuk pencapaian tahun lalu BSI menyalurkan zakat sebesar Rp 173 miliar yang terdiri dari zakat perusahaan dan zakat karyawan.
BSI juga memberi dukungan bagi ekosistem syariah melalui digitalisasi layanan, terbukti user register BSI mobile meningkat 37 persen yoy dan 97 persen transaksi BSI melalui e-channel. Sedangkan transaksi kumulatif BSI mobile per maret 2023 sudah mencapai 86,40 juta dan menyumbang fee-based income (FBI) sebesar Rp 64 miliar.
“Alasannya tentu karena semua sudah bergeser ke digital. Di BSI sendiri, transaksi non e-channel atau masih datang ke cabang pertumbuhan transaksinya 3 persen sedangkan lewat e-channel sebesar 97 persen,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Semarang Ficko Hardo Wiseto mengatakan BSI terus berperan dalam meningkatkan literasi syariah.”Yang membedakan bank syariah dengan bank lain adalah kami menghimpun dana halal dan menyalurkannya ke sektor yang halal. Jadi kami sangat concern untuk literasi hal tersebut,” jelas Ficko. (als/wir)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
