Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Juni 2023 | 00.30 WIB

Bapanas: Jelang Idul Adha, Daging Sapi dan Kerbau hingga Akhir Juni Masih Surplus 29.700 Ton

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. - Image

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.

 
JawaPos.com - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) mengatakan stok dan harga daging sapi aman di pasaran. Hal ini dipastikan karena biasanya daging sapi mengalami peningkatan permintaan pada momentum Idul Adha.
 
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, kebutuhan daging sapi bulan Juni mencapai 240.000 ton yang dipenuhi dari stok carry over bulan sebelumnya sebesar 62.500ton. Ditambah potensi produksi daging sapi/kerbau lokal dan bakalan sebanyak 779.700 ekor (setara dengan 137.500 ton) serta tambahan dari pengadaan luar negeri sebesar 69.900 ton.
 
"Sehingga di akhir Juni 2023 stok daging sapi/kerbau masih surplus sekitar 29.700 ton," kata Arief dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (19/6).
 
Guna memastikan harga tetap stabil menjelang hari raya, Bapanas juga melakukan sejumlah strategi penguatan bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, asosiasi dan pelaku usaha. Antara lain dengan menggencarkan gelar pangan murah, fasilitasi distribusi pangan, dan memaksimalkan bantuan pangan untuk masyarakat berpendapatan rendah.
 
Menurut Arief, meningkatnya permintaan (demand) pada momentum HBKN Idul Adha merupakan siklus tahunan. Pemerintah harus memastikan pasokan aman dan terjangkau sehingga tidak terjadi kelangkaan yang menyebabkan melonjaknya harga. 
 
"Kita bersama seluruh stakeholders tentunya terus memantau pergerakan pasokan dan harga pangan, juga melakukan intervensi di lapangan," ujarnya.
 
Mulai dari serangkaian kegiatan berupa gerakan pangan murah dan fasilitasi distribusi pangan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pangan jelang Idul Adha. Selain itu, pihaknya telah meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi pangan.
 
Tak hanya menyediakan daging sapi dengan harga yang terjangkau atau di bawah harga pasar, pihaknya turut menyediakan bahan pangan pokok strategis antara lain beras, minyak goreng, daging ayam, cabai, dan bawang.
 
Sementara itu, berdasarkan Panel Harga Pangan yang diakses melalui panelharga.badanpangan.go.id terpantau beberapa komoditas pangan mengalami penurunan dalam periode 11 sampai 19 Juni 2023, seperti kedelai biji kering turun 0,54 persen, beras medium 0,17 persen.
 
Lalu, bawang putih bonggol 0,11 persen, daging ayam ras 0,03 persen, dan minyak goreng kemasan 0,56 persen. Sementara beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain jagung di tingkat peternak 0,47 persen, daging sapi murni 0,10 persen, dan cabai rawit merah 0,15 persen, sedangkan bawang merah, telur ayam ras, dan gula konsumsi terpantau stabil. 
 
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan monitoring harga secara harian dengan bersinergi bersama seluruh dinas pangan provinsi dan kabupaten/kota, sehingga bisa terpantau kondisi pergerakan harga secara nasional.
 
"Pada momentum HBKN memang biasanya terjadi kenaikan permintaan yang menyebabkan kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu. Namun kita akan terus memastikan bahwa pasokan cukup, dan harga terjangkau melalui serangkaian instrumen kebijakan stabilisasi serta monitoring pasokan dan harga." pungkas Arief.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore