Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Desember 2018 | 18.15 WIB

Ekspor Mebel dan Kerajinan Nasional Tembus USD 1,4 Miliar

Industri mebel - Image

Industri mebel

JawaPos.com - Kementerian Perindustrian mencatat kinerja ekspor produk mebel dan kerajinan kayu nasional periode Januari-Oktober 2018 mencapai USD 1,4 miliar. Naik 4,83 persen dari periode yang sama di tahun 2017.


“Industri furnitur termasuk yang mengalami catatan positif pada neraca perdagangannya. Di Oktober 2018, sektor ini mencatatkan surplus sebesar USD 99,1 juta,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/12).


Menurut Gati, selain berorientasi ekspor, industri furnitur juga merupakan sektor padat karya. Hingga saat ini, jumlah sektor ini sebanyak 160 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja lebih 480 ribu orang. 


“Kami bertekad terus memacu pertumbuhan dan pengembangan industri yang banyak digeluti pelaku IKM ini agar semakin berdaya saing global,” tuturnya. 


Guna mencapai sasaran tersebut, beberapa langkah strategis yang sudah dilakukan Kemenperin, antara lain melalui program bimbingan teknis produksi, sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Standar Nasional Indonesia (SKKNI), restrukturisasi mesin dan peralatan, fasilitasi perpanjangan sertifikasi legalitas kayu, serta menjalankan kegiatan promosi.  


“Salah satu bentuk upaya menggenjot pemasaran yang efektif, Rabu kemarin (28/11) kami membuka lagi pameran Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari,” ujar Gati. Sebelumnya, Kemenperin menggelar agenda serupa pada 4-6 Mei 2018 dengan membukukan nilai transaksi penjualan sebesar Rp 490 juta.


“Peserta yang terlibat adalah pelaku IKM furnitur yang tergabung di dalam Komunitas Industri Mebel dan Kerajinan Solo Raya (KIMKAS). Kegiatan itu juga didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Kadin Surakarta, dan Pemerintah Kota Surakarta,” ungkapnya.


Sementara itu, Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kemenperin Sri Yunianti menjelaskan, pembinaan lain yang dilakukan pihaknya untuk mendongkrak daya saing dan produktivitas IKM furnitur nasional, di antaranya adalah program peningkatan kemampuan teknologi dengan memberikan fasilitas potongan harga pembelian mesin baru. 


”Pada acara pembukaan Obral Mebel kemarin, kami menyerahkan secara simbolis kepada delapan IKM di wilayah Solo Raya yang bergerak pada kelompok komoditi pangan, barang dari kayu dan furnitur,” ucapnya. 


Kemenperin mencatat, sepanjang tahun 2014-2017, jumlah penerima program restrukturisasi mesin dan peralatan sebanyak 379 IKM dengan total nilai reimburse mencapai Rp 42,306 miliiar. Program ini dinilai mampu menjadi pendorong IKM furnitur nasional untuk melakukan peremajaan mesin dan peralatan produksinya, sehingga diharapkan lebih produktif dan inovatif.


“Melalui program tersebut, mereka merasakan sangat terbantu khususnya dalam segi pembiayaan. Kami melihat, terjadi peningkatan produktivitas dari para pelaku IKM furnitur dan produknya juga lebih kompetitif baik di pasar domestik maupun ekspor,” tandasnya.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore