
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Jawapos.com - Hari ini merupakan puncak pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina. Seluruh dunia tengah menanti akhir dari ketegangan perang dagang pemimpin dua negara adidaya itu.
Perang dagang yang terjadi antara AS dan Tiongkok menimbulkan pertanyaan tentang masa depan hubungan keduanya. Dilansir Reuters, Trump dan Xi akan duduk bersama dalam Gala Dinner di penghujung KTT G20.
Hari pertama KTT G20 menawarkan secercah harapan bagi kemajuan antara Washington dan Beijing kendati sebelumnya ada ancaman tarif baru Trump, yang akan meningkatkan ketegangan yang sudah membebani pasar keuangan global.
Akan tetapi, kedua negara itu memang selalu mengatakan perbedaan asumsi dan tak ada kesepakatan pasti antara dua negara tersebut. Dengan meningkatnya sentimen nasionalis di banyak negara, G20, yang menyumbang dua pertiga dari populasi global, menghadapi keraguan atas kemampuannya untuk menangani ketegangan perdagangan dan perbedaan geopolitik lainnya di antara.
Kendati begitu, Trump yang biasanya sungkan pada Jum’at lalu memberikan tanda-tanda positif. Dia mengatakan meski perbedaan tetap ada namun kedua belah pihak sudah bekerja keras untuk mencapai hasil yang baik.
“Kami bekerja sangat keras. Jika kita bisa membuat kesepakatan itu akan bagus. Saya pikir mereka mau. Saya pikir kami ingin. Kita akan lihat, ”katanya, berbicara saat pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dilansir Reuters, Sabtu (1/12).
Adapun Tiongkok berharap untuk membujuk Trump agar membatalkan rencana untuk menaikkan tarif pada USD 200 miliar barang-barang Tiongkok menjadi 25 persen pada Januari, dari 10 persen saat ini. Trump telah mengancam untuk melanjutkan dengan itu dan mungkin menambahkan tarif pada USD 267 miliar impor jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan.
Trump telah lama mencela surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat dan Washington menuduh Beijing tidak bermain adil dalam perdagangan. Tiongkok menyebut proteksionis Amerika Serikat dan menolak apa yang dilihatnya sebagai upaya untuk mengintimidasi.
Kedua negara juga berselisih secara militer atas klaim ekstensif China di Laut Cina Selatan dan pergerakan kapal perang AS melalui Selat Taiwan yang sangat sensitif.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
