Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Desember 2018 | 21.41 WIB

Akankan Perang Dagang Amerika - Tiongkok Melunak?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump - Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Jawapos.com - Hari ini merupakan puncak pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina. Seluruh dunia tengah menanti akhir dari ketegangan perang dagang pemimpin dua negara adidaya itu.


Perang dagang yang terjadi antara AS dan Tiongkok menimbulkan pertanyaan tentang masa depan hubungan keduanya. Dilansir Reuters, Trump dan Xi akan duduk bersama dalam Gala Dinner di penghujung KTT G20.


Hari pertama KTT G20 menawarkan secercah harapan bagi kemajuan antara Washington dan Beijing kendati sebelumnya ada ancaman tarif baru Trump, yang akan meningkatkan ketegangan yang sudah membebani pasar keuangan global.


Akan tetapi, kedua negara itu memang selalu mengatakan perbedaan asumsi dan tak ada kesepakatan pasti antara dua negara tersebut. Dengan meningkatnya sentimen nasionalis di banyak negara, G20, yang menyumbang dua pertiga dari populasi global, menghadapi keraguan atas kemampuannya untuk menangani ketegangan perdagangan dan perbedaan geopolitik lainnya di antara.


Kendati begitu, Trump yang biasanya sungkan pada Jum’at lalu memberikan tanda-tanda positif. Dia mengatakan meski perbedaan tetap ada namun kedua belah pihak sudah bekerja keras untuk mencapai hasil yang baik.


“Kami bekerja sangat keras. Jika kita bisa membuat kesepakatan itu akan bagus. Saya pikir mereka mau. Saya pikir kami ingin. Kita akan lihat, ”katanya, berbicara saat pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dilansir Reuters, Sabtu (1/12).


Adapun Tiongkok berharap untuk membujuk Trump agar membatalkan rencana untuk menaikkan tarif pada USD 200 miliar barang-barang Tiongkok menjadi 25 persen pada Januari, dari 10 persen saat ini. Trump telah mengancam untuk melanjutkan dengan itu dan mungkin menambahkan tarif pada USD 267 miliar impor jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan.


Trump telah lama mencela surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat dan Washington menuduh Beijing tidak bermain adil dalam perdagangan. Tiongkok menyebut proteksionis Amerika Serikat dan menolak apa yang dilihatnya sebagai upaya untuk mengintimidasi.


Kedua negara juga berselisih secara militer atas klaim ekstensif China di Laut Cina Selatan dan pergerakan kapal perang AS melalui Selat Taiwan yang sangat sensitif.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore