Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Maret 2022 | 03.54 WIB

Kendalikan Harga Daging, Gelar Koordinasi Antar Kementerian-Lembaga

Suasana kios penjual daging sapi yang tidak ada aktivitas jual beli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (28/2/2022). Seluruh pedagang daging di pasar tersebut melakukan aksi mogok berjualan selama lima hari sejak Senin (28/2) akibat terus melonjaknya - Image

Suasana kios penjual daging sapi yang tidak ada aktivitas jual beli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (28/2/2022). Seluruh pedagang daging di pasar tersebut melakukan aksi mogok berjualan selama lima hari sejak Senin (28/2) akibat terus melonjaknya

JawaPos.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, pemerintah perlu mencari negara alternatif impor daging sapi selain Australia demi memastikan keterjangkauan harga dan kecukupan ketersediaan daging sapi menjelang Lebaran pada Mei .

Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi dengan beberapa elemen Kementerian/Lembaga terkait dan para perwakilan asosiasi daging sapi nasional di Gedung Bina Graha, Selasa (1/3).

’’Perlu ada negara alternatif impor selain Australia yang mampu memenuhi permintaan daging sapi dalam negeri dengan harga terjangkau. Ini perlu dilakukan dengan cepat,” ucap Moeldoko.

Stabilitas harga daging sapi dalam negeri saat ini dipicu oleh kenaikan harga impor sapi bakalan dari Australia. Harga daging sapi bakalan impor pada Januari 2022 naik menjadi USD 4,2 dolar per kg bobot hidup dari posisi USD 3,8. Bahkan harga ini terus naik mencapai USD 4,5 dolar pada Februari.

Harga impor yang tinggi ini memicu kenaikan harga daging sapi secara signifikan di tingkat nasional dari Rp 119.750/kg pada 26 Februari 2021 menjadi Rp125.550/kg pada 25 Februari 2022, atau meningkat sebesar 4,9 persen. Harga tertinggi daging sapi terpantau berada di Provinsi Aceh sebesar Rp 140.650/kg. Adapun di Provinsi DKI Jakarta harga daging sapi sebesar Rp 140.000/kg.

"Presiden sangat khawatir tentang inflasi beberapa komoditas yang sedang naik, seperti kedelai, minyak goreng, dan sekarang kita antisipasi agar daging sapi tidak terus naik. Pemerintah sigap menyikapi situasi ini agar tidak ada keterlambatan," ujar Moeldoko.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah mengatakan, ketersediaan daging sapi untuk bulan Februari hingga Mei mencapai 240.948,5 ton. Sementara kebutuhan daging hingga Mei mencapai 238.213 ton. Angka ini menunjukkan adanya surplus 276 ton ketersediaan yang seharusnya bisa mencegah terjadinya kelangkaan daging sapi. ’’Selain itu, langkah SOS tercepat yang bisa diambil adalah memilih Meksiko atau Brasil sebagai negara alternatif impor,” lanjutnya. (*)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore