
Ilustrasi rumah sederhana yang bisa memanfaatkan subsidi bunga KPR
JawaPos.com - Ditopang kualitas pembiayaan yang tumbuh bagus Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melaporkan laba bersih tumbuh 80,12 persen year on year (yoy) menjadi Rp 333,58 miliar per 31 Desember 2022, dari sebelumnya Rp 185,20 miliar.
Dirut BTN Haru Koesmahargyo dalam paparan publik, Kamis (16/2) mengungkapkan kenaikan laba bersih unit syariah perseroan tersebut ditopang oleh peningkatan pembiayaan syariah dan perbaikan kualitas pembiayaan.
Ia mengatakan pembiayaan syariah tumbuh sebesar 14,79 persen yoy menjadi Rp 33,62 triliun dan Non Performing Financing (NPF) gross turun 101 bps yoy menjadi 3,31 persen per 31 Desember 2022.
Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) unit syariah Bank BTN juga meningkat 18,38 persen yoy menjadi Rp34,64 triliun pada akhir 2022.
Dengan kenaikan tersebut, menurut dia, aset unit usaha syariah BTN naik 18,18 persen yoy menjadi Rp 45,33 triliun per 31 Desember 2022.
Dalam kesempatan ini, Haru menyampaikan Bank BTN secara keseluruhan mencetak laba bersih senilai Rp 3,04 triliun selama 2022, atau naik 28,15 persen year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp 2,37 triliun pada periode yang sama 2021.
Perseroan mencatat kredit dan pembiayaan tumbuh sebesar 8,53 persen yoy, dari Rp 274,83 triliun menjadi sebesar Rp 298,28 triliun per 31 Desember 2022.
Secara total, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank BTN tumbuh 9,23 persen yoy menjadi Rp233,68 triliun per 31 Desember 2022.“Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi motor terbesar pergerakan bisnis Bank BTN,” ujar Haru.
Di samping akselerasi pada kredit, Bank BTN berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,77 persen yoy dari Rp 295,97 triliun menjadi Rp 321,93 triliun per 31 Desember 2022.
Peningkatan DPK tersebut ditopang oleh kenaikan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) perseroan sebesar 19,13 persen yoy menjadi Rp 156,2 triliun pada akhir Desember 2022.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
