
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam upacara penutupan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025 di Lampung City Mall, Rabu (25/6). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peluang luar biasa. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di tingkat global. Sistem ini dibangun di atas nilai-nilai universal seperti etika, keadilan, keberlanjutan, serta inklusivitas.
"Kalau melihat ekonomi dan keuangan syariah itu, kita harus bisa melihat secara lebih jauh. Dalam artian ekonomi keuangan syariah itu tidak eksklusif hanya untuk berdasarkan kelompok tertentu," ucap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam upacara penutupan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025 di Lampung City Mall, Rabu (25/6).
Menurut dia, prinsip dasar dalam keuangan syariah menghindari unsur spekulatif dan mengedepankan keadilan sosial. Menjadikan sistem ini tidak hanya relevan bagi negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Melainkan, juga menarik minat negara lain yang minoritas penduduknya Islam seperti Jepang.
Destry menceritakan, usai berkunjung ke Jepang untuk menghadiri World Expo Osaka bulan lalu. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan BI ambil bagian dalam pameran itu. Bahkan mendapat perhatian dari perwakilan Eropa, salah satunya Italia.
Di sana, dia juga sempat mengunjungi pusat ekonomi halal. Sekitar satu setengah jam perjalanan dari Tokyo. Masyarakat Jepang melihat produk halal sebagai simbol dari kualitas, keberlanjutan, dan keadilan. Menunjukkan bahwa prinsip syariah sudah mulai diterima secara universal, terlepas dari latar belakang agama.
"Saya tanya, siapa konsumennya? Apakah hanya orang Indonesia atau orang muslim di sana? Ternyata tidak. Itu membuat saya (merasa), ini Jepang aja ternyata begitu intens mendorong produk-produk halal," ungkapnya.
Mengutip data Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Destry menyatakan, total aset keuangan syariah di Indonesia telah mencapai Rp 9.927 triliun pada 2024. Setara 45 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional.
"BI melalui, Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah mencoba mengembangkan instrumen keuangannya. Karena kalau ekonomi syariah sudah tumbuh, tapi instrumen keuangannya masih terbatas, tentunya akan menjadi hambatan juga ke depan," beber lulusan Cornell University New York itu.
Destry mencontohkan Malaysia sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi keuangan syariah di Asia yang paling cepat. Keunggulan sistem keuangan syariah dibanding konvensional, terletak pada keharusan adanya underlying asset dalam setiap produknya. Sehingga lebih stabil dan tidak spekulatif.
Pemerintah saat ini aktif menerbitkan surat berharga berbasis syariah untuk mendukung pembiayaan sektor ekonomi syariah. Termasuk UMKM. BI juga melibatkan pesantren dalam pengembangan ekonomi syariah agar mampu mencetak pengusaha-pengusaha muslim baru.
"Prinsip syariah ini inklusif, harus semua merasakan pembangunan. Jadi no one left behind, jangan sampai ada yang tertinggal. Harus kita gali terus," tegasnya.
Destry menekankan, dalam ekonomi syariah, tidak semua kegiatan harus bermotif profit. Ada juga aktivitas seperti wakaf, yang menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Mengutip tokoh besar dalam ilmu ekonomi Islam, Ibnu Khaldun, Destry mengatakan, kemakmuran adalah hasil dari keadilan. "Islam mengajarkan untuk bisa bersikap adil, bisa bersikap inklusif, dan berkelanjutan untuk mencapai kemakmuran masyarakat luas," jelasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
