
Lembaga Pemeriksa Halal Utama Surveyor Indonesia (LPH PTSI) gencarkan edukasi standar fatwa halal menjelang bulan Ramadhan. (dok. PTSI)
JawaPos.com - Lembaga Pemeriksa Halal Utama Surveyor Indonesia (LPH PTSI) gencarkan edukasi standar fatwa halal menjelang bulan Ramadhan, melalui keterlibatan dalam kegiatan diskusi terbuka bersama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai bagian dari sosialisasi dan penguatan standar fatwa halal dan proses penetapannya hingga dapat dirilis dalam bentuk sertifikat halal.
LPH PTSI juga hadir memberikan edukasi dalam gelaran Talkshow EKRAF Connect dengan tema 'EKRAF Level Up: Digital, Collaboration, and Expansion go to Export', yang mengedepankan peran sertifikasi halal dalam mendukung industri kreatif. Hal ini sejalan dengan peran PTSI sebagai 'The Guardian of Assurance' yang secara holistik hadir membersamai berbagai proses penguatan ekonomi masyarakat, termasuk melalui irisan antara industri halal dan ekonomi kreatif.
Sepanjang 2024, sebanyak 1.027 sertifikat halal telah terbit dari hasil pemeriksaan LPH PTSI kepada pelaku usaha di Indonesia, Thailand, Vietnam, Korea, Jepang, dan Malaysia. Pemeriksaan pada negara-negara tersebut dilakukan pada produk-produk luar negeri yang akan diperjualbelikan di Indonesia maupun produk dalam negeri yang diproduksi di sana.
Selain pemeriksaan komersil, LPH PTSI juga turut hadir mendukung kegiatan-kegiatan BUMN, Lembaga Negara, serta Lembaga Pendidikan, dengan total 499 kegiatan pemeriksaan halal yang berkolaborasi dengan Rumah BUMN Telkom, Kementerian Perindustrian, dan Universitas Jenderal Sudirman.
Direktur Komersial PTSI, Saifuddin Wijaya menekankan komitmen PTSI sebagai Lembaga Pemeriksa Halal untuk terus menjaga standar fatwa halal sekaligus hadir mendorong industri untuk dapat memenuhi standar sertifikasi halal. "Kami tentu berkomitmen bersama-sama MUI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk terus menjaga standar halal, menguatkan kompetensi, dan pada akhirnya mampu memberikan dampak bagi penguatan ekonomi masyarakat melalui pemenuhan sertifikasi halal oleh para pelaku usaha dan industri," tegas Saifuddin.
"Sebagai perusahaan TIC Indonesia yang hadir memberikan pemastian, kepercayaan serta rasa aman masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi tujuan yang akan kami prioritaskan," tutupnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
